Kelinci Tan ( Aristrocat Of The Fancy )

Jenis kelinci tanKelinci Tan (Aristrocat Of The Fancy) - Tan adalah termasuk jenis kelinci kecil. Menurut catatan, kelinci ini berasal dari Inggris. Dikenal sejak abad ke 19, yaitu tepatnya th.1887 di Derbyshire.

Awalnya jenis kelinci Tan ini hanya berwarna hitam, namun setelah berkali-kali proses persilangan yang sangat rumit, akhirnya para breeder berhasil mendapatkan variasi warna lain yaitu coklat, biru, dan lilac (ungu kemerah-merahan). Kelinci Tan ini mudah dikenali dari pola warna di tubuhnya yang sangat unik dan merupakan ciri khasnya. Hal ini juga yang menyebabkan 'kelinci bangsawan' ini dijuluki sebagai "aristocrat of the fancy".

Pola Warna Kelinci Tan

Pola warna dari kelinci Tan adalah, warna emas gelap / coklat kemerah-merahan di sekitar mata, leher, telinga, dagu, dada hingga kebagian bawah perut, ekor bagian dalam, dan kaki bagian dalam. Selanjutnya untuk bagian tubuh sisanya dapat berwarna hitam, coklat, biru, atau lilac.

Tan termasuk jenis kelinci yang sangat jinak dan sangat produktif. Induk kelinci Tan biasanya selalu menghasilkan anak yang banyak di setiap kelahiran, dan sangat pandai merawat anak-anaknya. Berat standar dari jenis kelinci Tan adalah antara 2-3 kg.

Kualitas Bukan Kuantitas

Kualitas Bukan Kuantitas - Beberapa hari terakhir ini saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat beberapa peternakan kelinci di sekitar tempat saya tinggal (Batu, Malang). Apa yang saya dapatkan? Banyak sekali kelinci-kelinci yang sudah tidak jelas lagi jenisnya. Sungguh sayang hal ini terjadi, apalagi dunia perkelincian sedang menggeliat dan bersiap-siap untuk bangun di Indonesia.

Dengan banyaknya anggota di forum-forum dan milis kelinci, serta sudah adanya organisasi/asosiasi kelinci di Indonesia, seharusnya para peternak sudah mulai membidik untuk meningkatkan kualitas kelinci. Dulu saya sering tertawa saat datang ke peternak / penjual kelinci yang dengan mantapnya menyebutkan jenis-jenis kelinci yang ada di tempat mereka. Dengan percaya diri mereka mengatakan bahwa kelinci-kelinci mereka asli dan bukan silangan.

Ini mungkin dapat dimaklumi, karena dimana-mana penjual pasti akan mengatakan bahwa barang merekalah yang terbaik. Namun biasanya raut muka mereka akan berubah ketika saya menerangkan ciri-ciri atau karakteristik dari jenis-jenis kelinci, apalagi kalau ada pembeli lain. Mereka akan terlihat marah dan sepertinya menginginkan saya untuk cepat pergi. Namun saya tidak peduli, saya malah akan menjelaskan kepada para pembeli selain saya tersebut dengan lebih detail. Saya mengatakan kalau kelinci jenis ini harusnya seperti ini, beratnya sekian, bentuk badannya begini, dll.

kelinci kualitas kontes
Kualitas
VS
Kuantitas
kualitas pet/silangan "ancur"

Sebenarnya tujuan saya bukanlah untuk membuat orang tidak jadi membeli, tetapi agar pembeli memang mendapatkan harga yang pantas untuk kelinci yang dibelinya, karena posisi saya memang sama dengan mereka.

Dan apa yang saya dapatkan sekarang?

Hingga saat saya menulis posting ini, hal diatas masih saja terjadi. Kurangnya pengetahuan akan jenis-jenis kelinci dan besarnya permintaan pasar adalah penyebab utamanya. Para peternak berlomba-lomba meningkatkan produksinya tanpa memperdulikan kualitas lagi. Mereka juga akan seenaknya mengatakan kepada para pembeli bahwa kelinci ini jenisnya ini, atau kelinci itu jenisnya itu.

Sungguh ironis! Disaat sebagian orang berusaha memajukan dunia perkelincian, sebagian besar lainnya justru menghancurkan dengan menipu orang-orang awam. Jadi saya mengajak para peternak yang kebetulan singgah ke blog saya ini untuk mulai meningkatkan kualitas dari kelinci yang diternakkan selain tetap menjaga kuantitas produksi tentunya. Yakinlah kelinci yang berkualitas mempunyai harga jual jauh lebih tinggi ketimbang kelinci 'silangan hancur'. Mari kita majukan bersama-sama dunia perkelincian di Indonesia.

Kelinci Lionhead

kelinci lion double gen mane
Lionhead (dobel gen mane)

kelinci lion single gen maneLionhead (single gen mane)

kelinci jenis swiss fox
Jenis Swiss Fox

Kelinci Lionhead - Pernahkah anda ke pasar hewan dan melihat kelinci dengan bulu yang lebat hanya di sekitar muka dan tengkuknya saja? Ya, kelinci itu adalah jenis lyon / lionhead, atau setidaknya itulah yang dikatakan oleh para penjualnya. Memang di Indonesia gampang sekali kita menemukan kelinci jenis Lionhead (atau katanya jenis lion).

Para peternak di beberapa sentra pertenakan kelinci mengatakan bahwa jenis kelinci ini merupakan hasil persilangan dari kelinci Anggora dengan kelinci berbulu pendek (bisa jenis apa saja). Dan dalam sebuah buku tentang peternakan kelinci dikatakan kalau kelinci Lionhead ini merupakan kelinci Anggora yang "tidak jadi".

Mungkin kedua teori tadi adalah yang paling banyak diyakini oleh kalangan peternak kelinci di Indonesia. Namun sebenarnya sejarah kelinci Lion ini awalnya bermula di Belgia pada th.1900-an. Ada teori yang mengatakan bahwa kelinci ini adalah hasil persilangan dari jenis kelinci Swiss Fox dengan kelinci Belgian Dwarf, dan selanjutnya disilangkan lagi dengan jenis kelinci Jersey Wooly. Teori yang lain mengatakan bahwa kelinci jenis ini tidak ada hubungannya dengan persilangan, melainkan murni dari hasil mutasi gen dari kelinci jenis Dwarf Anggora / Jersey Wooly.

Ciri-Ciri Standar Kelinci Lionhead

  • Kepala tebal dengan muka sedikit pesek dan leher tidak boleh terlihat.
  • Telinga agak pendek ( tidak boleh melewati 3,5 inch) dan berdiri tegak.
  • Panjang kaki dan tulang medium sesuai dengan tubuh.
  • Bulu lebat dan halus yang tumbuh memanjang memutari telinga hingga ke bawah dagu.
  • Berat tubuh untuk yang dewasa tidak lebih dari 1,8 kg, idealnya 1,75 kg.
Jadi cobalah anda cocokan kelinci lion anda dengan ciri-ciri yang saya sebutkan diatas, apa sudah sesuai dan benar-benar jenis lionhead. Atau ternyata anda telah membeli kelinci yang 'katanya' lionhead oleh sang penjual.
Saat ini kelinci hias jenis Lionhead dari galur murni telah masuk dan berkembang di Indonesia. Bagi anda para penghobi yang memang ingin memilikinya, sebaiknya cari langsung ke peternak yang telah memiliki reputasi (Lionhead murni tidak dijual di pasar-pasar hewan atau pinggir-pinggir jalan).

Kelinci Himalayan

sejarah kelinci himalayanKelinci Himalayan - Mungkin dari namanya orang-orang akan mengira bahwa kelinci ini berasal dari Pegunungan Himalaya. Tapi sebenarnya tidak ada yang tahu pasti dari mana jenis kelinci ini berasal.

Memang masyarakat di Indonesia dan sebagian besar negara di dunia mengenal kelinci ini dengan nama Himalayan, namun di sebagian negara lainnya, kelinci unik ini disebut dengan The Russian, The Chinese, The Egyptian, The Black Nose, dll.

Hal ini dapat dikatakan cukup wajar, karena kelinci Himalayan memang salah satu jenis kelinci tertua dan penyebarannya yang lebih luas dari jenis kelinci lain di dunia. Namun uniknya, walaupun jenis kelinci ini menyebar hampir ke seluruh dunia, faktanya Himalayan adalah salah satu jenis kelinci terlangka. Dan jenis ini juga bukan dari hasil persilangan dan tidak bisa disilangkan untuk mendapatkannya. Inilah yang menyebabkan harga kelinci Himalayan lumayan tinggi di pasaran.

Ciri-Ciri Kelinci Himalayan

Kelinci ini sangat mudah dikenali dari ciri-cirinya yang cukup mencolok yaitu warna hitam di hidung, telinga, ekor, serta ujung-ujung kaki dengan tubuhnya berwarna putih salju serta matanya yang berwarna mad pink. Namun selain warna hitam ada juga variasi warna lain yaitu biru, coklat, dan ungu. Kelinci Himalayan merupakan jenis kelinci kecil dan sangat bersahabat, sehingga cocok untuk dihadiahkan kepada anak-anak. Berat dari jenis kelinci ini adalah antara 1,13kg - 2,27kg, namun bobot idealnya adalah 1,5kg.

Kelinci Raksasa ( Flemish Giant )

kelinci raksasa flemish giant
Kelinci Raksasa (Flemish Giant) - Seperti embel-embel yang ada di belakang namanya, yaitu giant (raksasa), keistimewaan kelinci ini memang terletak pada bobotnya yang luar biasa. Sejarah dari kelinci ini sendiri kurang diketahui secara pasti. Namun banyak yang percaya bahwa kelinci ini merupakan keturunan dari kelinci liar Argentina.

Hal ini berdasarkan dari catatan bahwa sebelum abad 16 dan 17 para pedagang dari Belanda membawa kelinci raksasa dari Argentina ke Eropa dan membudidayakannya. Catatan resmi dari jenis ini sendiri baru ada pada tahun 1860. Sebelum menyebar ke seluruh dunia seperti saat ini, awalnya kelinci flemish giant hanya dikembangkan di Inggris untuk memenuhi permintaan akan daging kelinci di negara tersebut. Hal yang sama pernah juga dilakukan di Indonesia, dimana pada th.1981 pemerintah Belanda mendatangkan kelinci Flam (sebutan masyarakat awam untuk jenis kelinci ini) sebagai hadiah kepada Presiden Suharto untuk meningkatkan gizi masyarakat di pedesaan. Namun usaha ini gagal total. Dan memang jenis kelinci raksasa yang satu ini kurang baik untuk dijadikan pedaging.

Ciri-Ciri Kelinci Flemish Giant

  • Mempunyai badan yang panjang (lebih dari 20 inch atau 50,8 cm untuk yang telah dewasa), bertulang tebal, dan dada penuh berisi.
  • Kepala lebar, telinga panjang dan tebal serta berdiri (panjang telinga tidak kurang dari 6 inch atau 15 cm untuk yang dewasa), serta mempunya kaki yang besar, panjang dan kokoh.
  • Warna dari kelinci Flemish Giant yang diakui adalah hitam, biru, coklat kuning muda (fawn), abu-abu terang, seperti pasir (sandy), abu-abu besi (steel grey), dan putih. Jadi tidak ada kelinci Flemish Giant yang mempunyai warna broken (2 atau 3 warna dalam satu tubuh).
  • Berat minimal setelah dewasa adalah 6,3 kg, jadi semakin berat semakin bagus. Menurut catatan ada yang mencapai berat hingga diatas 12 kg.
Bagi anda yang berminat untuk membeli kelinci jenis ini untuk keperluan hobi, maka pastikan kelinci tersebut sudah sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan diatas (khususnya untuk masalah bobot). Jangan terlalu percaya dengan perkataan peternak, karena saat ini banyak sekali kelinci Flemish Giant yang telah disilangkan (sehingga bobotnya dibawah standar). Klo perlu bawa timbangan sendiri untuk menimbang.

Lihat Juga : Kelinci Terbesar Di Dunia

Lop ( Kelinci Bertelinga Jatuh )

holland lop
Holland Lop
Lop (Kelinci Bertelinga Jatuh) - Sesuai dengan judul diatas, kelinci jenis lop mempunyai ciri-ciri telinga yang jatuh / menggantung ke bawah. Sepintas jika anda melihat fotonya, kelinci ini akan terlihat seperti kambing. Ciri-ciri yang lain dari jenis kelinci ini adalah memiliki badan yang kompak dan padat.

Sekarang ini kita mengenal ada berbagai jenis dari kelinci lop, ini terjadi karena berbagai persilangan yang dilakukan oleh para breeder. Disini saya hanya akan menjelaskan jenis dari ras-ras kelinci lop yang sudah terkenal dan diakui oleh berbagai asosiasi/organisasi kelinci di berbagai dunia saja.

Jenis-Jenis Kelinci Lop

  1. English Lop, mungkin kelinci ini bisa dikatakan sebagai nenek moyang dari semua jenis ras kelinci lop yang ada. Mengapa saya sebut demikian? Karena di dalam salah satu naskah kuno hierogliph Mesir ditemukan gambar dari kelinci lop ini. Jadi bisa dibayangkan sudah berapa lama kelinci lucu ini ada bukan? English lop sebenarnya merupakan kelinci lokal dari daratan Afrika, yaitu tepatnya dari Aljazair. Nama English Lop sendiri diberikan oleh orang-orang Inggris setelah mereka mengembangkan kelinci ini dan mengikutsertakannya dalam kontes. Ciri-ciri utama dari kelinci jenis ini adalah telinganya yang sangat panjang (rekor dunia yang tercatat adalah 31,125 inci) dan tipis. Berat rata-rata dari kelinci English Lop adalah antara 4kg - 4,5 kg atau lebih.
  2. French Lop, jenis ini pertama kali dikenal di Perancis sekitar tahun 1850-an. Dipercayai merupakan hasil persilangan dari kelinci English Lop dengan kelinci Giant Normande. Ciri-ciri utamanya adalah mempunyai bentuk badan yang kokoh, kepala bagian atas agak kotak dan menunduk, dan telinga yang tebal. Umur hidupnya antara 5 - 7 tahun. Berat rata-rata dari jenis kelinci ini adalah antara 4,5kg - 6 kg.
  3. Holland Lop, sejarah kelinci ini berawal di Belanda pada tahun 1951 dari seorang peternak bernama Adrian de Cock. Merupan hasil persilangan dari English Lop, French Lop, dan kelinci Nederland Dwarf. Pada tahun 1964 jenis kelinci ini mendapat pengakuan dari badan standarisasi di Belanda. Selanjutnya jenis kelinci ini disempurnakan lagi pada tahun 1970, yaitu untuk bobot badannya. Ciri-ciri utama kelinci Holland Lop adalah mempunyai kepala yang bulat, bermuka pesek, badan yang lebar, dada penuh, dan telinga pendek yang menggantung. Sekilas kelinci ini akan terlihat seperti anjing buldog dan sangat lucu sekali. Berat standarnya adalah 1,5 kg.
  4. Mini Lop, dikenal juga dengan nama German Lop. Sejarah dari kelinci ini masih menjadi perdebatan. Namun diantara beberapa teori yang disampaikan, yang lebih dapat dipercaya mungkin adalah kelinci ini merupakan persilangan dari French Lop, Holland Lop, dan Chinchillia. Dikembangkan di Jerman pada tahun 1972. Ciri-ciri utama kelinci Mini Lop ini adalah pada muka yang lebar dan montok, telinga lebar, serta badan yang kompak. Umur hidupnya bisa mencapai 12 tahun. Berat standarnya adalah 2,7 kg.
  5. American Fuzzy Lop, merupakan persilangan dari Holland Lop dengan French Anggora. Dikembangkan di Amerika dan pertama kali diperkenalkan dalam konvensi ARBA pada tahun 1985. Mendapat pengakuan dari ARBA sebagai ras baru pada tahun 1988. Ciri-ciri utama kelinci ini adalah muka yang pesek dan lebar, bulu woll yang lebat di tubuhnya, dan telinga pendek yang menggantung. Berat standarnya adalah 1,5 kg.
Sepanjang tahun 2011 banyak kelinci Holland Lop kualitas juara yang masuk ke Indonesia. Kelinci-kelinci tersebut didatangkan dari Amerika atas kerjasama ARBA dengan anggota IRA.

Peluang Usaha Dengan Beternak Kelinci

peluang usaha dengan beternak kelinci

Peluang Usaha Dengan Beternak Kelinci - Mungkin dulu banyak orang yang tidak mengira jika binatang yang satu ini bisa menjadi sangat populer seperti belakangan ini. Lima belas tahun yang lalu di tempat saya tinggal, binatang ini seperti tidak ada harganya sama sekali, saya bahkan dapat memiliki sepasang anak kelinci secara gratis.

Memang dulu banyak peternak hanya memelihara kelinci sebagai pendamping dari ternak utama mereka, yaitu sapi atau kambing. Tapi cerita itu sudah tidak berlaku lagi saat ini, kelinci telah berubah menjadi komoditas mahal. Hal ini terjadi setelah kelinci-kelinci ras dari luar negeri banyak yang masuk ke Indonesia. Kelinci-kelinci ras ini mempunyai bulu, warna, bentuk tubuh, bentuk kepala, bobot, dan bentuk telinga yang beraneka ragam. Inilah yang membuat peluang bisnis kelinci semakin meningkat, khususnya dalam 5 tahun terakhir ini.

Di tempat saya tinggal, yaitu di Batu-Malang, banyak sekali terdapat peternakan kelinci, baik itu yang berskala kecil, menengah, maupun besar. Dan dari semua peternak yang ada disana, tak satupun dari mereka yang kesulitan untuk menjual kelinci-kelincinya. Sebanyak apapun kelinci yang ingin mereka jual, pasti ada pihak yang siap untuk membelinya. Bahkan para pembeli (tengkulak) malah terkesan berebutan. Menarik bukan?

Sebenarnya hal ini wajar saja, karena hingga saat inipun seluruh peternak yang ada di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Terbayang bukan potensi yang dimiliki binatang ini? Apalagi jika kita mengelolanya secara profesional, kita dapat memperkirakan keuntungan yang akan kita peroleh. Berikut adalah hitungan sederhana apabila anda tertarik untuk beternak kelinci (berdasarkan kebiasaan di tempat saya di Batu-Malang).

Perhitungan Sederhana Untuk Beternak Kelinci

#Modal Awal
1. Pembelian bibit :
  • Pejantan 5 ekor x @Rp.250.000,- = Rp. 1.250.000,-
  • Betina 40ekor x @Rp.250.000,- = Rp.10.000.000,-
2. Biaya pembuatan kandang = Rp. 4.000.000,-
3. Biaya pakan :
  • Pap 20kg x @Rp.5.000,- x 12 bln = Rp. 1.200.000,-
  • Polar 60kg x @Rp.2.700,- x 12 bln = Rp. 1.944.000,-
  • Hijauan 15 karung x @5.000,- x 12 bln = Rp. 900.000,-
4. Keperluan kandang ( tempat makan dan minum ) = Rp. 675.000,-
5. Vitamin = Rp. 500.000,-
6. Lain2 = Rp. 500.000,-
--------------------- +
Rp. 20.969.000,-


Kelinci dapat diprogram melahirkan 4 - 8 kali dalam setahun, dan dalam sekali melahirkan menghasilkan jumlah anak antara 4 - 12 ekor ( rata2 8 ekor ). Taruhlah anda mengambil angka tengah-tengah dimana seekor induk melahirkan 6 kali/tahun dengan jumlah anak 6 ekor/kelahiran. Maka hitungannya sebagai berikut :

#Penghasilan dan Keuntungan

40 induk x 6 kali melahirkan x 6 ekor anak = 1.440 ekor. Jika anda menjual anak-anak kelinci tersebut pada saat umur 1,5 bln dengan harga Rp. 25.000,- (harga terendah) dalam setahun anda akan memperoleh penghasilan sebesar :

1.440 ekor x Rp. 25.000,- = Rp. 36.000.000,-

Maka keuntungan anda dalam tahun pertama adalah :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 20.969.000,- ( modal awal )
-------------------------------------- -
Rp. 15.031.000,- ( keuntungan )

Untuk tahun berikutnya anda tinggal menghilangkan biaya pembelian bibit dan pembuatan kandang dalam menghitung keuntungan, yaitu :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 5.719.000,- ( modal )
-------------------------------------- -
Rp. 30.281.000,- ( keuntungan )


*Catatan :
  • Hasil hitungan diatas adalah jika anda menjual anakan kelinci umur 1,5 bulan dengan harga Rp. 25.000,- ( harga terendah ).
  • Saya sendiri secara pribadi di peternakan saya menjual anakan kelinci umur 2 bulan antara Rp. 35.000,- hingga Rp. 150.000,- ( tergantung jenis dan kualitas kelincinya ).
Penting untuk dipahami bahwa simulasi yang ada diatas adalah hanya perhitungan sederhana. Bagi anda yang tertarik untuk beternak kelinci, anda dapat menyesuaikan angka-angka tersebut dengan kondisi sebenarnya sesuai dengan yang ada di daerah anda.

Bahaya Musim Hujan Untuk Kelinci

Bahaya Musim Hujan Untuk Kelinci - Musim hujan datang lagi, musim yang ditakuti banyak peternak kelinci. Kenapa saya mengatakan ini? Karena di musim inilah biasanya banyak kelinci yang mengalami kematian, baik itu untuk kelinci yang sudah besar khususnya bagi kelinci yang masih berumur 2 bulan kebawah.

waspadai musim hujan bagi kelinci

Sebenarnya penyebabnya diketahui cukup beragam, namun kebanyakan disebabkan oleh kembung dan mencret. Hujan yang lebat serta angin yang kencang sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan kelinci. Secara umum penyakitnya disebut dengan Enteritis Kompleks.

Gejala dan Pengobatan Kembung Pada Kelinci

Gejala dari penyakit ini adalah kelinci terlihat malas, kalau berdiri selalu membungkuk, perut kembung, nafsu makan turun, mata terlihat sayu, kotorannya encer (berbau tidak sedap) serta lendir menggantung di dubur, dan sering kita lihat atau dengar kelinci mengkerotkan giginya karena menahan sakit. Hal ini tentu berbahaya jika dibiarkan, karena akan menyebabkan kematian pada kelinci.

Cara penanggulangannya adalah dengan memberikan antibiotik yang dicampurkan di air minum atau makanannya, memperbanyak serat kasar, dan dapat pula ditambah dengan suntikan vitamin B12 atau Bkomplek ( 0,5ml/kg berat badan kelinci ). Namun ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu menjaga kebersihan kandang.

Udara yang basah dan lembab akibat musim hujan adalah faktor yang mempercepat kuman-kuman untuk berkembang biak.

Jadi pastikan kandang anda selalu terjaga kebersihannya, karena ini merupakan salah satu kunci agar kelinci anda terbebas dari segala penyakit yang biasanya akan menyerang saat musim hujan. Semoga informasi mengenai penyakit kelinci diatas cukup bermanfaat bagi anda!

Raja Kelinci ( REX )

kelinci rex bulu karpet
Raja Kelinci (Rex) - Menurut sejarah, kelinci jenis ini pertama kali dikenal di sebuah desa di Perancis bernama Coulonge pada th. 1919. Selanjutnya kelinci jenis ini pertama kali mengikuti eksebisi utk diperkenalkan pada th. 1924 di Paris.

Nama rex sendiri sebenarnya berasal dari ucapan sang peternak yang mengatakan bahwa kelinci yang dibawanya adalah raja kelinci ( rabbit king ) yang mana dalam bahasa Latin "king" adalah REX. Dalam perkembangan berikutnya kelinci ini terus-menerus disempurnakan baik itu untuk kualitas fur maupun proporsi dan bentuk tubuhnya.

Sekarang kita mengenal ada banyak warna yang diakui untuk jenis kelinci ini namun secara umum yang dikenal adalah ermine ( putih polos ), hitam, biru, castor, otter, lilac dan oranye. Awalnya kelinci rex sebenarnya dikembangkan untuk diambil furnya karena memang kualitasnya yang sangat bagus, namun belakangan kelinci rex juga menjadi binatang fancy (kesayangan).

Setiap orang pasti akan senang berlama-lama membelai kelinci jenis ini karena bulunya yang pendek, padat, dan sangat halus sekali. Inilah sebenarnya keunggulan utama dari jenis kelinci rex disamping keunggulan yang lainnya. Kelinci jenis ini sangat cocok hidup di daerah yang bersuhu rendah, dimana semakin rendah suhunya maka semakin bagus dan indah pula mutu bulunya. Berat ideal dari kelinci jenis rex adalah 3,6-4 kg.

Lihat juga Standar Kesempurnaan Kelinci Rex

NB : Rahasia breeding kelinci rex untuk menghasilkan kelinci2 rex kualitas kontes telah dibuka, masuk kesini

Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »