Cara Pemberian Pakan Kelinci

Dalam posting sebelumnya yang berjudul "Macam-Macam Makanan Kelinci", saya sudah menjelaskan jenis-jenis pakan yang dapat anda berikan untuk kelinci kesayangan anda. Disitu saya juga sudah menjelaskan sedikit mengenai keunggulan dan kelemahan dari masing-masing makanan tersebut.

Pada posting kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara memberikan makanan untuk kelinci-kelinci kesayangan anda tersebut (ini berdasarakan cara yang saya gunakan di Tabos Rabbit).

pemberian pakan kelinci

Perlu diketahui bahwa di alam liar kelinci makan dan tidur sepanjang waktu, jadi tidak ada waktu-waktu tertentu untuk dia mencari makan (sebenarnya kebanyakan lebih aktif mencari makan pada malam hari).

Bagi kelinci peliharaan, tentu saja hal tersebut tidak mungkin. Semuanya tergantung kepada kita sebagai pemelihara. Baik tidaknya cara pemberian pakan yang kita terapkan akan sangat mempengaruhi kesehatan dari kelinci kesayangan kita.

Berdasarkan pengalaman saya dan dari beberapa sumber, pemberian pakan secara terjadwal adalah lebih baik ketimbang pemberian pakan yang sekaligus banyak dalam satu waktu. Dan sistem yang saya gunakan di Tabos Rabbit adalah sebagai berikut:



Pola Pemberian Pakan Kelinci

  • Pagi sekitar jam 9, adalah pemberian pakan pertama berupa pelet dan air minum.
  • Sore sekitar jam setengah 5, adalah pemberian pakan kedua yang masih berupa pelet dan menambahkan air pada botol-botol minuman yang sudah kosong. Biasanya pada saat ini saya / penjaga kandang akan sekaligus memeriksa kondisi dari masing-masing kelinci, kalau-kalau ada yang menunjukkan gejala sakit.
  • Malam sekitar jam 8, adalah pemberian pakan ketiga berupa hijauan yang volumenya agak banyak. Hal ini saya sengaja, karena kelinci biasanya lebih aktif untuk makan di malam hari ketimbang siang hari. (sekarang sudah tidak diberikan hijauan lagi)

Lihat: Resep Tabos Rabbit Food

Tentu saja pola pemberian pakan seperti yang saya lakukan di atas tidaklah baku. Anda dapat merubah jam-jam pemberian pakan dan jenis pakannya.

Namun satu yang harus sama adalah, berikanlah makan kepada kelinci-kelinci kesayangan anda secara teratur. Ini sangat penting jika anda menginginkan kelinci-kelinci kesayangan anda dapat tumbuh secara maksimal dan terjaga kesehatannya.


Macam-Macam Pakan Kelinci

Sebagai hewan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan, makanan utama dari kelinci tentunya adalah hijauan. Dan seperti mahkluk hidup lainnya, secara umum kelinci juga membutuhkan protein, karbohidrat, abu, vitamin (A,B,D,E), hidrat arang, serat kasar, dan lemak.

Untuk kelinci liar, pemenuhan akan kebutuhan pakan ini tentu tidak begitu masalah. Mereka dapat mencari dan mengatur sendiri keseimbangan makanannya dengan memilih berbagai macam makanan yang tersedia di alam.

Namun untuk kelinci peliharaan atau ternakan, maka kebutuhan pakan ini menjadi tanggung jawab sang peternak. Jenis dan jumlah makanan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakan dari kelinci-kelinci peliharaan tersebut. Dan macam-macam makanan kelinci yang biasa diberikan oleh peternak adalah sebagai berikut:

macam-macam pakan kelinci
Timothy Hay

Aneka Macam Makanan Kelinci

Hijauan

Untuk peternak-peternak kelinci tradisional yang hanya memelihara kelinci sebagai usaha sambilan, biasanya mereka hanya memberikan hijauan kepada ternaknya.

Dan macam-macam hijauan itu antara lain berupa rumput lapangan, daun pisang, daun lamtoro, daun ubi jalar, daun kembang sepatu, daun kacang panjang, daun pepaya, daun jagung, daun talas, dll. Serta dapat juga diberikan limbah sayuran seperti kangkung, wortel, daun brokoli, sawi, caisim, dll. Kelinci yang hanya diberikan hijauan saja biasanya pertumbuhannya akan lambat dan tidak dapat mencapai berat maksimal.

Perlu diperhatikan sebelum diberikan kepada kelinci hijauan harus dilayukan terlebih dahulu. Hal ini ditujukan untuk mengurangi kadar air, mempertinggi serat kasar, serta menghilangkan getah dan racun yang bisa membuat kelinci kembung dan mencret.



Biji-bijian

Sangat baik diberikan - terutama ke kelinci yang bunting dan menyusui - karena mengandung protein yang tinggi.

Jenisnya antara lain adalah jagung, padi, kacang hijau, kacang tanah, dan gandum. Namun karena harganya mahal makanya biasanya peternak menggunakan alternatif pengganti yaitu bekatul, ampas tahu, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah.

Sebelum diberikan kepada kelinci, biji-bijian tersebut harus dihaluskan terlebih dahulu. Pemberian biji-bijian pada anak kelinci dapat mempercepat pertumbuhannya sehingga dapat mencapai bobot maksimal setelah dewasa.

Hay

Adalah pakan cadangan untuk menghadapi kemarau panjang yang membuat hijauan menjadi sulit diperoleh, serta sebagai alternatif pakan bagi kelinci yang terserang mencret.

Merupakan rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Dikeringkan secara bertahap agar kandungan gizinya tetap terjaga. Beberapa jenis pakan yang bisa dijadikan hay antara lain adalah rumput cakar ayam, rumput ginting, rumput kalamenta, rumput jampang, rumput gajah, pucuk tebu, daun kacang-kacangan, daun pisang, daun lamtoro, dll.

Umbi-umbian

Dapat diberikan sebagai pakan tambahan atau selingan. Jenisnya antara lain ubi jalar, ganyong, uwi, talas, dan singkong.

Konsentrat

Berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi dari pakan. Selain itu, pemberian konsentrat juga mempermudah penyediaan pakan. Terdiri dari pelet ( pakan olahan pabrik ), bekatul, ampas tahu, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah.

Jika kandungan dari pelet sudah mencukupi kebutuhan, maka kelinci dapat juga tidak diberikan hijauan sama sekali.

Lebih banyak tentang makanan kelinci dapat dibaca dalam buku Pakan & Nutrisi Seimbang Untuk Kelinci

Selanjutnya baca: Cara Pemberian Pakan Kelinci


Membuat Pupuk Organik Dari Kotoran Kelinci

Beternak kelinci itu banyak manfaat atau keuntungannya. Selain mendapatkan uang dari menjual kelinci itu sendiri, anda juga dapat meghasilkan uang tambahan dari hasil sampingannya, yaitu limbah kotoran kelinci.

Limbah kelinci yang berupa kotoran dan urine (air kencing) sangat baik untuk digunakan sebagai pupuk organik, terutama bagi sayuran, tanaman buah, dan bunga. Secara sederhana anda dapat membuat sendiri pupuk organik dari kotoran kelinci tersebut.

cara membuat pupuk dari kotoran kelinci

Cara Membuat Pupuk Dari Kencing Kelinci

Pupuk Cair
  • Siapkan 25 liter urine, 25 ml EM-4, dan 25 ml molase.
  • Kemudian semua bahan-bahan tadi dicampur dan dimasukan kedalam wadah yang tertutup rapat selama satu minggu.
  • Setelah satu minggu pupuk organik cair sudah siap untuk digunakan.
  • Cara pakainya adalah 1 liter pupuk dicampur dengan 10 liter air sebelum disiram ke tanaman.



Cara Membuat Pupuk Dari Kotoran Kelinci

Pupuk Padat
  • Campurkan kotoran kelinci, bahan organik (daun-daunan atau rumput-rumputan kering), dan dedak/arang/tepung ikan (Bahan 1).
  • Perbandingan ketiga bahan tadi adalah 60% : 30% : 10%.
  • Siapkan larutan (Bahan 2) dengan mencampur 1 liter EM-4, 1 liter molase, dan 60 liter air tanah.
  • Selanjutnya bahan 1 tadi disiram dengan bahan 2 dan diaduk-aduk hingga rata (kadar air dari adonan cukup 30% -40% saja).
  • Tutup adonan tadi dengan plastik selama satu minggu.
  • Setelah satu minggu maka pupuk sudah siap digunakan.

Untuk diketahui, bahwa pupuk cair maupun padat hasil dari olahan kotoran kelinci termasuk salah satu jenis pupuk yang berkualitas. Harga untuk sebotol pupuk cair ukuran 1 liter adalah sekitar Rp.7000,- hingga Rp.10.000,-. Dan untuk pupuk padatnya sekitar Rp.7000,-/sak.

Lumayan bukan?

Bahkan menurut saya pribadi ini lebih dari lumayan, karena pendapatan dari hasil sampingan ini tidak terlalu jauh dari pendapatan utama yaitu si kelinci itu sendiri.

Bagaimana? Sudah mulai tertarik untuk beternak kelinci? Jika iya, dapatkan panduannya secara gratis DISINI >>


Mengenal Jenis Kelinci Dutch (Kelinci Paling Populer)

Dari sekian ras kelinci yang ada di Indonesia, mungkin jenis kelinci Dutch inilah yang paling populer. Kenapa? Karena saya sendiri sudah punya jenis kelinci ini dari saat saya masih tinggal di Bali, ketika itu umur saya sekitar 7 tahunan. Cuma saat itu saya sendiri tidak tahu jenisnya, saya hanya suka karena warna kelinci itu lucu menurut saya.

jenis kelinci dutch adalah yang paling populer di indonesia

Sejarah Kelinci Dutch

Mungkin dari namanya, orang akan mengira bahwa kelinci Dutch berasal dari Belanda. Namun kenyataannya, jenis kelinci ini pertama kali dikenal di Inggris, yaitu pada sekitar th. 1864.



Sebenarnya nenek moyang dari kelinci Dutch ini memang berasal dari Belanda. Sejak sebelum th. 1830, Belanda secara rutin mengekspor kelinci ke Inggris untuk kebutuhan konsumsi. Diantara berbagai jenis kelinci itu terdapat satu jenis kelinci bernama Petite Brabancon yang merupakan kelinci lokal dari daerah Brabant di Flanders. Sebagian dari jenis tersebut mempunyai pola warna yang sangat unik, walaupun tidak sempurna.

Itulah cikal bakal dari jenis kelinci Dutch yang kita kenal sekarang. Pada saat itu para breeder di Inggris memilih dan menyeleksi kelinci-kelinci yang mempunyai pola warna unik tadi. Selanjutnya mereka berusaha untuk memperbaiki pola warna unik tersebut sehingga menjadi seperti yang populer kita kenal saat ini.

Ciri-Ciri dan Standar Kelinci Dutch

Ciri khas dari kelinci ini adalah pada warna putih yang menyebar dari bawah kepala hingga 1/3 panjang tubuhnya dan melingkar sempurna. Mulai dari mulut hingga dahinya juga berwarna putih dengan bentuk huruf V terbalik, serta ujung kaki belakang juga berwarna putih.

Sisanya untuk bagian tubuh lain dapat berwarna hitam, biru, coklat, abu-abu, dan tortoise (oranye varasi abu halus), atau variasi dari warna-warna tadi. Dutch juga termasuk jenis kelinci kecil dengan berat antara 1,5 kg - 2,5 kg.


Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »