Menyongsong Kejayaan Kelinci pada 2011

Menyongsong Kejayaan Kelinci 2011 - Terbukti pola-pola tradisional dalam memelihara atau beternak kelinci tidak mampu menjawab perkembangan perkelincian yang begitu pesat di Tanah Air pada 2 tahun belakangan ini. Pemberitaan tentang kelinci yang lumayan gencar baik di media cetak, televisi, maupun internet secara tidak langsung telah mendidik masyarakat akan kualitas.

Tuntutan semakin tinggi, sedangkan pasar dipenuhi kelinci-kelinci yang kurang memenuhi harapan konsumen akan kualitas. Ilmu-ilmu 'salah' yang diwariskan oleh pedagang-pedagang kelinci 'nakal' kepada para calon peternak atau peternak pemula. Hal-hal ini turut menjadi penyebab jatuhnya harga kelinci pada pasaran umum (untuk pasar penghobi tulen harga tetap stabil). Sehingga pada akhir 2009 hingga awal-pertengahan 2010 banyak sekali para peternak yang terpaksa gulung tikar (khususnya buat peternak pemula dan yang beternak dengan sistem coba-coba).

Saatnya melangkah kedepan. Saatnya mengikuti pola-pola yang sesuai dengan perkembangan perkelincian saat ini. Saatnya kita berkaca dengan negara-negara lain yang dunia perkelinciannya memang jauh sudah lebih maju.
Memelihara/beternak kelinci memang menguntungkan jika anda memahami tujuan yang benar dan menguasai ilmu yang benar. Sistem coba-coba sudah ketinggalan jaman dan lebih banyak menyebabkan kegagalan/kebangkrutan.
Menjawab banyaknya pertanyaan, baik via tlp dan e-mail yang menginginkan melakukan pelatihan memelihara/beternak kelinci yang benar. Maka materi-materi yang sebelumnya hanya dibagikan saat melakukan pelatihan di Aspek, saya buka secara umum. Saatnya menyongsong kejayaan kelinci pada 2011.

Materi A


Panduan Memulai Memelihara/Beternak Kelinci Dengan Baik dan Benar
Berisikan materi yang dapat membantu anda menentukan tujuan yang benar dengan tips-tips cara memulai untuk masing-masing tujuan anda dalam memelihara/beternak kelinci. Diharapkan tidak ada lagi yang mengeluh gagal atau mengalami kerugian dalam hal memelihara/beternak kelinci.
Sangat cocok bagi pemula, bagi peternak yang tidak puas dengan pola pemeliharaannya, atau anda yang sekadar ingin menambah ataupun mengirit uang belanja dengan tetap mempertahankan gizi keluarga.
Harga = ( Saat ini "digratiskan", syaratnya hanya cukup dengan memberikan "Like" di Facebook pages Tabos Rabbit -> lihat DISINI).

Materi B



Pakan Kelinci dan Resep Tabos Rabbit Food

Berisikan materi yang dapat membantu anda memahami nutrisi seimbang yang dibutuhkan oleh kelinci, pakan-pakan yang sesuai, serta cara mencampur dan menyajikan pakan. Diharapkan tidak ada lagi yang mengalami kegagalan dalam hal memelihara kelinci akibat pakan yang kurang sesuai. Di dalamnya juga berisi bonus resep dari Tabos Rabbit Food dan cara pembuatannya.
Harga: Rp. 20.000,-

Materi C


Panduan Genetik Persilangan Warna pada Kelinci Rex
Berisikan materi yang dapat membantu anda memahami kelompok warna (standar yang diakui) yang ada pada kelinci rex serta persilangan diantara kelompok-kelompok warna tersebut. Diharapkan panduan ini dapat membantu anda menghasilkan standar kelinci rex berkualitas, sehingga mampu meningkatkan kembali pamor kelinci rex yang agak redup akibat menurunnya kualitas kelinci rex secara umum.
Sangat cocok bagi para penghobi yang bertujuan kontes dan peternak yang mengarah untuk industri.
Harga = Rp 15.000,-

Semua materi-materi ini dalam bentuk pdf yang akan dikirimkan ke alamat e-mail masing-masing pemesan.

Cara pemesanan:
  • Ketik-> Materi A spasi alamat e-mail kirim ke 081 738 3317 (jika hanya memesan materi A), tunggu balasan konfirmasi yang akan berisikan jumlah uang yang harus dibayarkan. Jumlah uang yang harus dibayarkan berbeda bagi masing-masing pemesan (Rp. 10.100,-/Rp. 10.200,-/.../Rp. 10.500,-), untuk memudahkan mengirim panduan ke alamat e-mail pemesan yang telah melakukan pembayaran.
  • Ketik-> Materi A,B/ materi A,C/ materi B,C spasi alamat e-mail kirim ke 081 738 3317 (jika memesan 2 materi), langkah selajutnya sama seperti diatas. Untuk pembelian 2 materi akan mendapatkan diskon sebesar Rp. 5.000,-
  • Ketik-> Materi A,B,C spasi alamat e-mail kirim ke 081 738 3317 (jika memesan 3 materi), langkah selanjutnya sama seperti diatas. Untuk pembelian 3 materi akan mendapatkan diskon sebesar Rp. 10.000,-
Untuk pembayaran pembelian materi-materi diatas hanya diterima melalui transfer ke rek. BCA 0190 399 826 a.n Hendra Rekso K W.

Bagi yang telah membeli silahkan memberikan masukan, komen, atau testimoni pada kolom komen dibawah ini.

Gonjang-Ganjing Dunia Kelinci (bag. 2)

Gonjang-Ganjing Dunia Kelinci (bag. 2)

Tulisan ini melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya. Sengaja saya pisahkan, supaya bisa lebih terfokus kepada masing2 kelompok dalam masyarakat perkelincian Indonesia.

Kelompok kedua yang juga cukup kesusahan (tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar juga) adalah para penghobi yang juga 'pemulia', para penghobi pemula (penghobi musiman), dan orang2 berduit yang mencoba peruntungan dengan beternak kelinci (tanpa mau memahami semua aspek dari binatang tsb). Mereka2 dikelompokkan kedalam kelompok yang sama karena memang bermain dalam lingkaran yang sama.
  • Para penghobi yang juga 'pemulia' mungkin adalah yang paling menderita dengan situasi seperti ini. Mereka adalah orang2 yang berani membayar mahal untuk seekor kelinci karena paham dengan 'kualitasnya' bukan dengan patokan harga pasaran yang berlaku. Biasanya tidak akan pernah menjual anakan kelinci umur dibawah 2 bln dan kualitas kelinci2 yang dijual cukup terjamin (karena sedikit banyak memang memahami tentang teknik pemuliaan kelinci yang benar). Jadi sangat wajar jika harganya diatas harga pasaran umum karena sesuai dengan kualitasnya.
    Namun saat ini banyak kawan2 yang goyah akibat hancurnya harga pasaran umum (kelompok pertama). Saya minta kawan2 untuk tetap semangat, janganlah terpengaruh dengan hancurnya harga kelinci pada pasaran umum, karena memang pasarnya bebeda, janganlah latah untuk ikut2an menurunkan harga standar di kandang anda. Saya merasa sedih ketika tau ada seorang kawan yang menjual seekor kelinci rex seharga 200rb (padahal setahun yang lalu untuk kelinci rex dengan pola dan kualitas spt itu masih berharga =/> 400rb), hanya karena harga kelinci rex pada pasaran umum jatuh ke harga 150rb/ekor. Padahal kualitasnya sangat jauh berbeda. Untuk yang masih kurang mengerti, kelinci rex yang bobotnya tidak sesuai standar, mempunyai bulu yang kusam, tidak rata dan jarang2, dan warna yang tidak tajam dan cerah, serta banyak uban pada pola warnanya adalah kelinci2 rex yang banyak beredar di pasaran umum (kualitas pet). Jadi kawan2 saya minta untuk tetap menjaga semangat mendidik konsumen dengan memberi pemahaman yang benar tentang kualitas. Kualitas kelinci yang baik bukan harus impor. Hargailah jerih payah anda selama bertahun-tahun untuk menghasilkan kelinci2 berkualitas. Tolong jangan terpengaruh dengan hancurnya harga kelinci pada pasaran umum, karena memang kualitas dan pasarnya berbeda. Semoga kita semua bisa tetap semangat untuk kemajuan perkelincian di tanah air.
Salam Persatuan dari saya


Hendra Wibowo

Gonjang-Ganjing Dunia Kelinci 2010 (Bag. 1)

Gonjang-Ganjing Dunia Kelinci 2010 (Bag. 1)

Tahun 2010 mungkin memang tahun yang berat bagi dunia perkelincian, setidaknya itu yang saya rasakan di daerah saya (Batu, Jawa Timur). Tapi mungkin pernyataan saya memang benar, karena beberapa kawan saya yang di Jakarta dan Jawa Tengah juga mengeluhkan hal yang sama. Ada apa dengan dunia perkelincian pada tahun 2010 ini??? Apanya yang salah? Kenapa banyak sekali peternak2 yang terpaksa gulung tikar/beralih ke bidang usaha lain?

Setelah cukup lama berusaha memahami, akhirnya saya mempunyai kesimpulan. Apakah kesimpulan saya ini akan membuat dunia perkelincian akan kembali berseri atau tetap stagnan atau malah semakin terpuruk? Saya rasa jawabannya ada pada kita semua. Jawaban itu ada pada "para pecinta kelinci" yang memang benar2 mencintai binatang lucu ini, yang menginginkan untuk semakin memasyarakatkan kelinci dan memakmurkan masyarakat dgn beternak kelinci.
  1. Yang merasakan pukulan paling berat saya rasa adalah para peternak tradisional/sistem tradisional, yaitu mereka2 yang beternak dengan mengandalkan hasil dari penjualan anakan kelinci (99% mati)/ obrakan/ dgn harga 10ribu/ekor. Golongan ini adalah justru golongan yang seharusnya diangkat/dimakmurkan. Karena yang biasanya beternak dengan cara seperti ini adalah masyarakat pedesaan (yg biasanya mempunyai pendapatan sangat minim). Bahkan tidak sedikit yang memang benar2 mengandalkan kelinci untuk mempertahankan asap dapur mereka tetap 'ngebul'. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat (dimana banyak anakan yang mati/indukan yang menjadi sakit) ditambah seretnya penjualan anakan tentu sangat menyulitkan. Apanya yang salah?? Menurut saya yang salah adalah karena terlalu banyak yang bermain disini. Gencarnya pemberitaan tentang kelinci di berbagai media massa dalam tiga tahun belakangan ini, mengakibatkan peternak2 baru banyak yang bermunculan. Walaupun alasannya beragam, namun sebagian besar alasan yang diutarakan adalah "kelinci mudah dipelihara, beranaknya cepat dan banyak, menjualnya mudah". Inilah yang kemudian mengakibatkan banyak dari peternak2 baru itu yang memilih beternak dengan sistem tradisional tadi (mengandalkan penjualan anakan yg hanya 10ribu/ekor), karena cepat mendatangkan keuntungan. Akibatnya? Coba anda bayangkan sepotong roti dibagi 2, tentu masing2 bagian masih akan terasa banyak dan cukup mengenyangkan jika dimakan. Tapi bagaimana jika roti itu dibagi 4, 8, 16, ...? Apakah cukup mengenyangkan? Tentu tidak sama sekali. Itulah yang terjadi. Pasar kelinci anakan tidak turun atau berkurang. Pasarnya tetap sama, jumlah rotinya tetap sama. Tetapi yang bermain disana yang bertambah sangat banyak. Apa dasar saya mengatakan ini? Untuk itu kita perlu mengetahui siapa "pasar" untuk anakan kelinci ini. Pasar dari anakan2 kelinci ini tentu tidak lain adalah anak2 kecil. Karena kelinci2 anakan itu memang dijual di pinggir2 jalan atau di pusat2 keramaian. Dan karena saya yakin anak2 kecil tidak akan berkurang (setidaknya di negara ini), tentu tidak ada masalah dengan pasar. Bagaimana solusinya? Menurut saya ada beberapa pilihan. Pertama, kondisi ini kita biarkan saja. Biarkan 'hukum rimba' yang berlaku. Maka yang benar2 kuatlah yang bertahan, atau juga peternak2 yang sudah tidak punya pilihan lain. Walaupun terasa sadis, namun saya yakin siklus akan terjadi. Jika banyak peternak dengan sistem tradisional ini yang 'gulung tikar', tentu roti yang dibagi akan terasa semakin banyak dan mengenyangkan. Kedua, menginformasikan kepada para peternak/calon peternak baru bahwa masih ada pilihan pasar lain yang masih belum tergarap dengan benar/ belum tergarap sama sekali. Walaupun membutuhkan modal lebih besar atau pengetahuan beternak kelinci lebih banyak, tapi pasarnya masih sangat luas dan lebih stabil. Pasar2 itu adalah pedaging dan sisa hasilnya (bulu, kulit bulu dan pupuk kandang dari kotoran dan kencing kelinci). Jalan ini memang terasa lebih berat, namun tidak mustahil. Jika di negara2 lain bisa (Perancis, Amerika, bahkan yang belakangan mengenal kelinci dari Indonesia spt Cina dan Vietnam bisa), mengapa kita tidak? Kuncinya memang ada pada instansi2 pemerintah yang terkait. Kita perlu memberikan banyak prestasi dan menggandeng media2 massa untuk mempublikasikannya, kita perlu membuka mata para bapak2 pejabat yang terkait untuk "benar2 melek dan bekerja". Bahwa mereka menerima gaji dari uang rakyat, sehingga sudah menjadi kewajiban mereka untuk memfasilitasi masyarakat meningkatkan kemakmuran. Marilah kita bergandengan tangan lebih erat, marilah kita berlomba-lomba menjadi peternak kelinci yang baik dan bertanggung-jawab. Persatuan yang erat antara kita (para pecinta kelinci sejati)lah yang akan membuat 'pasar lain' dari beternak kelinci cepat terwujud, sehingga di masa yang akan datang kondisi seperti ini tidak terulang kembali.
bersambung...

Asian Rabbit Workshop and Exhibition

Maaf agak telat memberikan laporan, semua ini dikarenakan kesibukan saya yang luar biasa belakangan ini. Kira-kira 2 minggu setelah kepulangan saya dari Singapura, saya mendapat telpon dari Ketua 1 Aspek (Himakindo cabang Batu). Inti dari telpon tersebut adalah bahwa saya harus berangkat menemaninya ke Bogor. Sebagai Sekretaris 1 Aspek dan juga Ahli Genetika untuk kandang pembibitan Aspek, acara ini tentu sangat penting untuk saya hadiri. Maka kami bertiga (saya, ketua 1 Aspek, & sekretaris 2 Aspek) akhirnya berangkat menuju Bogor.

pembukaan asian rabbit workshop and exhibitionPembukaan Acara

Asian Rabbit Workshop and Exhibition adalah sebuah rangkaian acara hasil kerjasama antara Balitnak-Bogor, Dirjen Budidaya Ternak Non-Ruminansia-Jakarta, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dinas Peternakan&Perikanan Kab. Bogor, Himakindo, ARPA, serta Hotel Salak Bogor. Acara yang mengangkat tema "Industrializing Small Scale Rabbit Farming atau Industrialisasi Usaha Kelinci Skala Kecil" ini berlangsung dari tanggal 31 Juli 2010 - 4 Agustus 2010. Menurut saya pribadi, seluruh kegiatan dalam acara ini sangatlah penting. Khususnya bagi orang-orang yang memang mempunyai keinginan untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan antara lain;
  • Pelatihan Breeding (Sertifikasi Pembibit) -> Sangat penting, karena selama ini banyak sekali peternak-peternak kelinci, khususnya peternak pemula dan peternak tradisional yang mengaku-ngaku sebagai pembibit, padahal secara ilmu masih sangat dangkal, bahkan pengertian dari "bibit" itu sendiri mereka tidak paham.
  • Pelatihan Penjurian (Sertifikasi Juri) -> Sangat penting juga, dengan maraknya kontes-kontes kelinci di berbagai daerah saat ini. Kenyataanya, sering sekali juri-juri yang dipakai bahkan tidak paham dengan jenis-jenis kelinci, apalagi bisa menilai dengan benar. Untuk ini setidaknya Jawa Timur telah mempunyai 2 orang juri bersertifikat (dari Aspek- Himakindo Cab. Batu).
  • Presentasi dari perwakilan Qingdao Kangda Foodstuffs Co.Ltd (Perusahaan terbesar di Cina/mungkin juga dunia) untuk bibit unggul kelincinya yang diberi nama "Hyla"-> dgn jumlah produksi 30 juta ekor/tahun.
  • Pelatihan Breeding Umum -> Berisi penjabaran tentang reproduksi, penyakit, management, pengolahan produk/pasca panen. Sangat mungkin untuk diajarkan kepada peternak-peternak pemula/peternak tradisional.
  • Seminar Nasional -> Presentasi dari Prof. Qin Ying He (Asian Rabbit Production Association).
  • Diskusi -> riset, tindak lanjut, dll.
Berikut Beberapa Foto Yang Sempat Saya Abadikan

Presentasi dari Kangda (Cina)
Pak Yono sedang menjadi penterjemah dadakan(he..he..he..)
Sebagian peserta acara

Pakan Lengkap Untuk Kelinci

Hallo para pecinta kelinci!!

Pakan Lengkap Untuk Kelinci - Tabos Rabbit mau promosi nih. Kali ini yang mau dipromosiin adalah pakan kelinci. Walaupun sebenarnya saya sudah cukup lama menggunakan pakan ini, namun baru sekarang saya berani promosi di blog ini. Alasannya, karena belakangan ini masalah pakan banyak sekali diperbincangkan oleh para penggiat kelinci. Semakin banyak saja para pecinta kelinci yang mulai memperhatikan lebih detail untuk pakan kelincinya.
Memang untuk masalah pakan, biasanya baru akan lebih diperhatikan setelah 2 - 3thn setelah seseorang menjadi penghobi/peternak kelinci.
Alasannya???
Ya memang butuh waktu selama itu untuk seorang penghobi/peternak menyadari kekurangan dan kelebihan dari pakan yang diberikannya kepada kelinci-kelinci kesayangannya. Dari jangka waktu tersebut, setidaknya telah ada 3 - 5 generasi kelinci yang bisa diamati. Pakan kelinci yang baik memang telah banyak diproduksi dan diperjualbelikan saat ini, merknya mungkin ada lebih dari 7. Harganya juga bevariasi, dari Rp.7000,-/kg hingga ada yang Rp.30.000,-/kg.

Bagi penghobi berduit tentu hal ini bukanlah masalah. Namun bagaimana dengan para peternak-peternak yang lain? Peternak-peternak kelinci yang murni memang mengandalkan penghasilan dari usaha beternak kelinci. Tentu harga segitu akan terasa lumayan berat. Akibatnya mereka mulai mencari alternatif pakan yang murah, walaupun sebenarnya ini bisa saja menimbulkan masalah baru (alternatif pakan murah namun kandungan gizinya tidak cukup baik).

Coba anda perhatikan masalah-masalah berikut ini:
  • Induk kelinci yang tiba-tiba mengalami kelumpuhan.
  • Induk kelinci yang tidak mampu menyusui anakan diatas 6 ekor.
  • Pertumbuhan badan anakan lambat, baik pada saat disusui maupun pada saat lepas sapih.
  • Bulu terlihat kasar dan kusam.
  • Rentan penyakit (khususnya penyakit pencernaan) dan tingkat kematian tinggi.
  • Tingkat kesuburan indukan hanya sebentar.
  • Dll
Masalah-masalah diatas memang dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun dari beberapa faktor yang mempengaruhi, masalah pakan adalah faktor yang paling penting. Dan untuk menjawab persoalan-persoalan diatas, maka saya berniat mengkomersilkan campuran pakan yang telah saya pakai di Tabos Rabbit Farm. Nah, agar sesuai dengan hitungan peternak kelinci tradisional, maka harga yang saya patok sangat bersahabat. Saya mematok hanya Rp.4000,-/kg (tanpa aditif) dan yang dengan aditif seharga Rp.4500,-/kg.

Foto pakan kelinci kering.

Foto pakan kelinci setelah diseduh.

Walaupun harganya bersahabat, namun saya berani menjamin kualitas pakan ini. Pakan ini juga telah dilengkapi dengan hay, sehingga tidak perlu repot lagi mencari hijauan. Sangat praktis!

Kandungan Nutrisi, Takaran, Cara Menyiapkan Pakan Kelinci

Kandungan antara lain:
  • Protein antara 16% - 18%
  • serat kasar diatas 12%
  • energi tercerna sekitar 2500 kkal/kg
  • kalsium antara 0,6% - 0,8%
  • fosfor sekitar 0,6%
  • vitamin-vitamin
Dan untuk menjamin daya cerna kelinci sekitar 60% - 70%, saya sengaja untuk tidak mem-peletkan pakan ini.

Takaran penggunaan:
Contoh: untuk kelinci dengan bobot kurang lebih 3kg.
  • Indukan kering dan pejantan -> 100gr/ekor/hari
  • Indukan bunting -> 120gr/ekor/hari
  • Indukan menyusui -> 200gr - 250gr/ekor/hari
  • Anakan usia 5minggu - 10minggu -> 50gr/ekor/hari
  • Anakan usia 10minggu - 5bln -> 80gr/ekor/hari
Cara penggunaan:
  • Cukup diseduh dengan air panas, jangan terlalu banyak, cukup hingga pakan mamel.
  • Siap diberikan kepada kelinci-kelinci kesayangan anda.
NB: Bagi yang ingin membuat sendiri pakan kelinci seperti diatas, resep Tabos Rabbit Food sudah dijual, untuk melihatnya klik disini

Permintaan Maaf (Kontes Diundur)

Permintaan Maaf (Kontes Diundur)

Berdasarkan hasil rapat Panitia pada tgl. 10/7/2010 kemarin, Batu National Rabbit Contest 2010 dinyatakan diundur hingga setelah Idul Fitri (menunggu informasi selanjutnya). Menurut salah seorang panitia, pemunduran jadwal kontes ini terpaksa dilakukan karena banyaknya agenda2 Aspek yang juga harus segera dijalankan, serta kesibukan pribadi dari beberapa orang panitia inti yang tidak bisa ditinggalkan.

Untuk itu, saya selaku Sekretaris Aspek menyatakan permintaan maaf kepada semua kawan2 pencinta kelinci, khususnya kepada yang telah mendaftarkan kelinci kesayangannya pada acara kontes tersebut. Bagi yang telah mendaftar, maka uang pendaftaran akan segera dikembalikan paling lambat 1 minggu dari hari ini (13/7/2010). Terimakasih atas permaklumannya.

Salam

Hendra Wibowo
Batu National Rabbit Contest 2010

Batu National Rabbit Contest 2010

Menyambung suksesnya acara kontes kelinci pada tahun 2009 lalu, yang membuat kelinci (khususnya kelinci hias) semakin dikenal luas oleh masyarakat, maka pada tahun 2010 ini Asosiasi Penggemar Kelinci (ASPEK) Kota Batu kembali akan mengadakan kontes serupa. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, kontes kali ini bertaraf nasional yang diberi tajuk "Batu National Rabbit Contest 2010".
Diharapkan bagi seluruh penghobi/peternak (baik secara kelompok ataupun individu) di Indonesia dapat turut serta memeriahkan acara ini dengan mengikutsertakan kelinci-kelinci kesayangannya. Menang/kalah adalah urusan kedua, yang penting adalah menyambung tali silaturahim antara sesama pencinta kelinci. Dan ada yang sedikit berbeda dengan kontes-kontes yang pernah ada di Indonesia sebelumnya, karena "Batu National Rabbit Contest" akan dihadiri oleh beberapa tamu dari luar negeri (bukan sebagai peserta), yaitu dari Asosiasi Kelinci Asia (ARPA).

Kelas Kelinci Yang Dilombakan :
  1. Rex
  2. Angora
  3. Mini (bobot max. 1,2kg)
  4. Pedaging (Flemish Giant, New Zealand, English Spot => bobot min. 4,5kg)
  5. Lop
  6. Balap
Lokasi Kontes :
  • Taman Rekreasi Selecta, Batu - Jawa Timur
Waktu Penyelenggaraan :
  • Minggu, 8 Agustus 2010 ( 08.00 - selesai )
Juri Kontes :
  • Prof. Qin Ying He (ARPA)
  • DR. Yono C. Raharjo (Himakindo/IB-WRSA)
  • Drh. Moekti (ASPEK)
Biaya Pendaftaran :
  • Rp. 80.000,-/ekor, bagi yang mendaftar sebelum hari H (sudah termasuk makan siang)
  • Rp. 100.000,-/ekor, bagi pendaftar langsung di tempat (sudah termasuk makan siang)
Tempat Pendaftaran & Informasi :
  • Mahbub (085 736 022 522)
  • Tabos Rabbit - Hendra (081 738 3317)
  • Pak Wa (081 555 070 64)
Bagi pendaftar dari luar kota dapat melakukan pendaftaran melalui transfer ke :
  • Hendra --> BNI no rek. 0123 137 265
  • Mahbub --> Mandiri no rek. 144 000 794 3530
  • Diharapkan segera konfirmasi setelah melakukan transfer, serta membawa bukti transfer pada saat acara berlangsung.
Sampai ketemu di acara kontes ya teman-teman!!!
Salam KELINCI

Pelantikan Pengurus ASPEK (Cabang HIMAKINDO)

Pelantikan Pengurus ASPEK Kota Batu - Dalam acara "Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Kelinci" yang diadakan di Royal Orchids Garden (Batu) pada tgl. 6 - 7 Mei 2010 yang lalu, ada satu acara lagi yang membuat para penggiat kelinci di kota Batu semakin bergairah. Acara itu adalah pelantikan para pengurus ASPEK (Asosiasi Penggemar Kelinci) kota Batu sebagai pengurus HIMAKINDO (Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia) cabang Kota Batu. Sebagaimana perlu diketahui, mungkin hanya HIMAKINDO inilah satu-satunya rujukan asosiasi perkelincian yang paling kredibel di Indonesia.

Pernyataan saya ini bukan sekedar asal njeplak lho, apa yang saya tulis di atas tentu ada dasar. HIMAKINDO terdaftar sebagai cabang Asosiasi Ilmiah Kelinci Dunia (Indonesian Branch - World Rabbit Science Association/IB-WRSA), juga terdaftar sebagai cabang Asosiasi Produksi Kelinci Asia (ARPA). Dan dengan bergabungnya ASPEK menjadi cabang HIMAKINDO, diharapkan dunia perkelincian di kota Batu menjadi semakin maju dan cepat menuju ke arah Industri. Mudah-mudahan ini akan cepat terealisasi, sehingga tujuan mulia yaitu "meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha ternak kelinci" segera terwujud, amiiin...

Berikut ini adalah foto-foto yang sempat saya abadikan saat acara ramah tamah.

Adapun para pengurus ASPEK yang dilantik langsung oleh ketua HIMAKINDO (Dr. Yono C. Raharjo) itu adalah :
  • Ketua I : Mahbub Ubaydi
  • Ketua II : Bambang S.
  • Sekretaris I : Hendra Wibowo
  • Sekretaris II : Yohan D. Waskito
  • Bendahara I : Sugeng Purnomo
  • Bendahara II : Arief Nugroho
Pelantikan ini juga disaksikan langsung dan ditandatangani oleh Direktur Direktorat Budidaya Ternak non Ruminansia yaitu Bapak Drh. Djajadi Gunawan,Mph.

Pelantikan pengurus ASPEK

(ki-ka : belakang) Yohan, Hendra, Purnomo, Nugroho, Bambang
(ki-ka : depan) Ir.Tri Mahanani,MM, Drh.Djajadi Gunawan,Mph, Dr.Yono C. Raharjo, Mahbub

Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Kelinci

Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Kelinci - Beberapa hari yang lalu, tepatnya tgl. 6 - 7 Mei 2010, di Batu diadakan acara Seminar dan Pelatihan Ternak Kelinci. Acara ini adalah agenda resmi dari Direktorat Budidaya Ternak Non Ruminansia dibawah Direktorat Jenderal Peternakan. Dalam acara yang diadakan di Royal Orchids Garden ini, terungkap jika sektor "perkelincian" adalah salah satu sektor yang belum ditangani secara maksimal oleh Pemerintah. Walaupun saat ini sudah mulai mendapat sedikit perhatian (ini adalah jasa semua kawan-kawan pencinta kelinci seluruh Indonesia ), sehingga binatang kesayangan kita ini sangat marak diberitakan oleh media-media, baik cetak maupun televisi. Setidaknya kita, atau saya pribadi melihat masa depan binatang cantik ini masih sangatlah cerah.

pembukan acara seminar dan pelatihan ternak kelinci(ki -ka) Drh. Djajadi Gunawan, Mph (Direktur BTNR), Ir. Tri Mahanani, R,MM (Kasubdit Non Unggas).para peserta diseminasi teknologi ternak kelinci
Para peserta acara.

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Peternakan Malang Kota, Dinas Peternakan Magetan, Dinas Peternakan Malang Kabupaten, hingga perwakilan terjauh yaitu dari Dinas Peternakan Solok (Sumbar), serta perwakilan peternak dan penggemar kelinci (tentunya ada saya juga=> narsis), terungkap juga jika banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh peternak adalah masalah klasik (masalah yang timbul karena kurangnya pengetahuan yang benar tentang ternak kelinci). Dalam hati saya tersenyum (kecut),
lha..Bagaimana para peternak di desa-desa bisa tahu cara beternak kelinci yang baik dan benar? Jika para penyuluh-penyuluh lapangan saja tidak tahu cara beternak kelinci, malah tidak paham jika ada kelinci pedaging dan kelinci hias.
Klo sudah begini biasanya Dr. Yono C. Raharjo (Ketua Himakindo) akan bernyanyi " Itulah Indonesiiiaaa... " ha..ha..ha....

Yono C. Raharjo saat menyampaikan makalahIni nih yang namanya Pak Yono.peserta acara seminar dan pelatihan budidaya kelinciTuh pada serius kan wkwkkkkk...

Dari semua pembicara dalam acara ini, saya paling terkesan saat Ketua Himakindo (Dr. Yono C. Raharjo) membagikan pengalaman dan ilmunya. Bukan berarti saya tidak menghargai para pembicara yang lain, namun saya merasa bahwa yang disampaikan oleh para pembicara yang lain terlalu teoritis (hanya wacana) dan cukup tidak memberikan masukan apa-apa (setidaknya buat saya). Dan ada kabar yang cukup menggembirakan (khususnya buat kami yang di Batu), jika akan ada suntikan dana lumayan besar untuk pengembangan ternak kelinci di Kota Batu. Mudah-mudahan ini benar-benar terealisasi dan bukan hanya sekedar "bunga tidur" bagi para peternak. Jika ini terealisasi, saya harap ini bisa menular juga ke daerah-daerah tempat kawan-kawan yang lain.

Tetap semangat kawan2!!!!

Kelinci Dijual 7

ND Jantan ( 8 bln ) -> terjual

Mixbreed ND & Polish Jantan 2 ekor ( 4 bln ) -> terjual

ND Jantan ( 6bln ) -> terjual

Tan Jantan ( 8bln ) -> terjual

Anakan ND ada 12 ekor ( 2bln ) -> terjual

Flemish Giant Betina ( 8bln ) -> terjual

Anakan FG Betina 2 ekor ( 2,5bln ) -> terjual

Anakan Dwarf Hotot 5 ekor ( 2bln ) -> terjual

NB : Titipan kawan
Dijual indukan Dutch 5 ekor dan 1 pejantan -> umur sekitar 1 thn ( dijual borongan ). Klo ini kualitasnya bagus dan masih sangat produktif ( Tabos Rabbit berani memberi garansi )-> sudah terjual.
Jika ada diantara kawan2 yang berminat bisa hub. via tlp diatas jam 1 siang. Terima kasih....

Foto-Foto Latber Aspek Kota Batu (Feb 2010)

Foto-Foto Latber Aspek Kota Baru - Latber adalah ajang kontes kelinci kecil-kecilan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penggemar Kelinci (ASPEK) kota Batu. Ajang ini rencananya diselenggarakan secara rutin setiap 2 bulan sekali dengan tujuan untuk lebih mengenalkan ragam kelinci hias kepada peternak (pada khususnya) dan masyarakat (pada umumnya), serta untuk mempererat tali silaturohim antar sesama peternak dan penghobi kelinci di Kota Batu dan sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa foto-foto kelinci yang sempat saya abadikan.

ajang kontes kelincisaat penilaian pada ajang kontes
beberapa kelinci saat ajang kontessalah satu kelinci peserta kontessaat penilaian pada ajang kontes kelincisalah satu peserta kontes kelincikelas kelinci rex kontes kelinci
saat penilaian kontes kelinci

Mengenal Kualitas Kelinci

Mengenal Kualitas Kelinci - Jika kita mengacu pada negara-negara yang dunia perkelinciannya sudah maju seperti Amerika, Inggris, dan Perancis, maka kita hanya akan mendapatkan 3 kualitas kelinci yang dijual disana. Kualitas-kualitas itu adalah Show, Brood, dan Pet quality. Seperti apa sih kualitas-kualitas kelinci tersebut? Dibawah ini saya akan mencoba menjelaskannya.

Show quality atau Kualitas kontes adalah kelinci-kelinci yang sesuai standar dan tidak mempunyai cacat sama sekali. Dalam artian, kelinci yang masuk dalam kualitas ini adalah kelinci-kelinci yang memang layak untuk diikutkan dalam kontes dan tidak mungkin terkena diskualifikasi. Kelinci-kelinci yang termasuk dalam kategori ini juga dilengkapi dengan surat silsilah yang lengkap (berasal dari garis keturunan yang baik).

kelinci kualitas kontes
Contoh Show Quality

Brood quality adalah kelinci-kelinci yang sebenarnya sesuai standar namun tidak akan mendapatkan nilai tinggi ketika diikutkan dalam kontes, atau mungkin juga bisa terkena diskualifikasi. Hal ini disebabkan karena kelinci tersebut mempunyai sedikit cacat (kuku kaki putih, pola atau warna bulu kurang sempurna, tingkah laku yang kurang baik, mempunyai mata bulan, telinga jatuh sebelah, dll). Namun walaupun begitu, kelinci-kelinci kualitas Brood ini masih sangat layak untuk dijadikan indukan karena berasal dari garis keturunan yang baik (dapat dilengkapi dengan surat silsilah).

kualitas kelinci brood
Contoh Brood Quality (warna kurang sempurna)

Pet quality adalah kelinci-kelinci yang tidak layak untuk diikutkan dalam kontes. Namun bukan berarti tidak layak untuk dibeli dan dipelihara. Kelinci-kelinci yang termasuk dalam kategori ini bisa jadi berasal dari sepasang indukan yang bagus, namun karena beberapa hal menyebabkan tidak bisa diikutkan dalam kontes. Contohnya adalah kelinci yang pernah sakit ketika kecil, hal ini menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan tidak bisa mencapai berat standar.
Untuk di Indonesia kebanyakan kelinci yang beredar adalah kualitas ini, bukan karena alasan diatas, namun lebih karena kebanyakan kelinci yang beredar adalah hasil "silangan tidak jelas".

Kualitas Kelinci di Indonesia

Bagaimana dengan di Indonesia? Sepertinya hal diatas masih belum bisa dipakai di Indonesia (ini menurut saya lho!). Saya mengatakan ini karena beberapa alasan :
  1. Walaupun kelinci sudah dikenal lama di masyarakat, namun kelinci hias (dengan berbagai macam jenis yang ada) masih terhitung baru dikenal disini.
  2. Masyarakat Indonesia masih memandang kelinci sebagai hewan ternak (bukan hewan kesayangan seperti anjing dan kucing), sehingga selalu memikirkan produksi, produksi, dan produksi.
  3. Kebanyakan peternak (apalagi pedagang) sebenarnya tidak paham dengan jenis-jenis kelinci, sehingga sering terjadi salah kaprah. Ini juga yang membuat 70% (menurut saya) kelinci yang beredar di Indonesia adalah jenis "silangan hancur".
  4. Kebanyakan peternak juga lebih memikirkan kuantitas, dan kualitas adalah nomor dua. Ini yang menyebabkan mengapa di peternakan skala besar yang memelihara banyak jenis kelinci justru susah untuk mendapatkan kelinci yang mempunyai kualitas bagus.
  5. Organisasi-organisasi kelinci yang ada di Indonesia masih bersifat lokal (tidak jelas rujukannya kemana). Ini yang membuat standar kontes kelinci di beberapa daerah meragukan. Ini juga yang menyebabkan kita belum bisa membuat pedigree. *Tambahan : Saat ini sudah ada IRA (Indonesian Rabbit Association) yang menyelenggarakan kontes dengan standar yang sangat baik karena merujuk ke ARBA.
  6. Dinas Peternakan di Indonesia belum benar-benar serius menggarap potensi hebat dari binatang kesayangan kita ini.
Akhir kata, mudah-mudahanan tulisan saya ini dibaca juga oleh pihak-pihak yang mempunyai power dan mau membantu untuk memajukan dunia perkelincian di negara tercinta kita ini. Tetap semangat teman-teman pecinta kelinci!!!

Jika anda ingin serius menjadi penghobi/peternak berkualitas dan belum mengerti betul tentang kualitas kelinci, jangan sekali-sekali membeli kelinci di pasar hewan. Belilah kelinci kepada Breeder-Breeder yang telah mempunyai nama/reputasi bagus, karena informasi yang diberikan dapat dipegang (mereka tidak berbohong).

Tentang F0, F1, dst Pada Kelinci

Tentang F0, F1, dst Pada Kelinci - Beberapa bulan yang lalu ada seseorang mengirim sms ke saya, yang isinya menawarkan beberapa ekor indukan kelinci yang dia jual secara borongan. Dia juga menambahkan embel-embel bahwa kelinci-kelinci tersebut adalah F1. Saya hanya tersenyum dan membalas kalau saya belum tertarik ( tentu dengan kalimat yang sopan ).

Dan baru-baru ini juga ada beberapa penghobi pemula yang main ke kandang penjualan saya. Mereka mengatakan bahwa daerah mereka sekarang didatangi oleh beberapa penjual yang menawarkan bibit-bibit kelinci yang katanya "F1". Hal ini tentu mengusik saya. Ternyata walaupun saat ini kelinci hias sudah dikenal luas di Indonesia, salah kaprah tentang pengertian Fenotip (F) masih saja berkembang. Dan seringkali hal ini dipakai oleh para "pedagang nakal" untuk mengatrol harga kelinci yang dijualnya.

Penjelasan Tentang Kemurnian Ras Kelinci

Salah kaprah yang selama ini berkembang :
  • F0, adalah kelinci-kelinci yang didatangkan dari luar negeri. 
  • F1, adalah anakan dari F0. 
  • F2, adalah anakan dari F1, dst.
Hal ini memang benar jika pengertian dari F adalah filial (keturunan). Namun masalahnya para 'pedagang nakal' tidak pernah memakai istilah F3,..., F7, ...dst. Selalu berhenti di F1 dan F2. Dan istilah "F" itu digunakan untuk menunjukkan kemurnian ras, bukan untuk menunjukkan keturunan.

Pengertian yang benar :
  • F0, adalah kelinci yang masih mempunyai darah murni (pure breed).
Contoh : Anda mempunyai sepasang indukan rex dengan kualitas bagus. Ketika anda mengawinkan kelinci tersebut, ternyata ada diantara anak-anak kelinci tersebut yang mempunyai bulu seperti kelinci biasa/bulunya rex namun tidak merata di seluruh tubuhnya/kualitas bulu anak-anaknya tidak sebagus induknya. Ini bisa menjadi indikasi jika indukan rex yang anda miliki bukanlah pure breed (bukan F0).
  • Istilah F1, F2, F3, dst (dalam artian filial atau keturunan) sebenarnya hanya dipakai oleh breeder-breeder yang sedang mencoba mengembangkan jenis/strain baru atau digunakan untuk penelitian. Tujuannya adalah untuk mempermudah penandaan.
Contoh : Saya mempunyai Holland Lop (HL) yang masih pure breed (F0), saya juga mempunyai Rex yang juga masih pure breed (F0). Ketika saya mengawinkan kedua kelinci tsb, HL (F0) x Rex (F0) = anakan yang lahir inilah yang disebut dengan F1. Dengan kata lain, F1 adalah hasil persilangan pertama dari 2 jenis kelinci yang berbeda. Namun perlu diperhatikan, induk yang digunakan harus benar-benar pure breed (F0). Jadi anda tidak bisa sembarangan menyilangkan kelinci-kelinci anda, karena hasilnya tentu jauh dari yang dibayangkan (kalau menurut istilah saya adalah "silangan hancur").

Dan satu lagi yang harus diperhatikan, biasanya kelinci-kelinci F1 tidak pernah dilepas ke pasar (kecuali ke sesama breeder yang mempunyai tujuan sama). Kenapa? Karena pada umumnya kualitas pada F1 bukanlah kualitas yang diharapkan.

pengertian F0, F1, dst..
Contoh F1 (Netherland Dwarf dengan Dutch)
Contoh : Ketika saya mengawinkan HL x Rex, apa yang anda bayangkan? Saya akan mendapatkan kelinci berbulu rex dengan telinga yang jatuh seperti HL (tentu sangat menyenangkan jika saya mendapatkan ini). Namun bagaimana jika yang saya dapatkan sebaliknya? Anakan yang keluar justru berbulu seperti HL dan telinganya tidak jatuh. Tentu kelinci-kelinci tersebut malah akan terlihat seperti kelinci lokal biasa bukan? Sehingga, "mungkin" bisa jadi kualitas kelinci yang saya harapkan baru akan saya dapatkan pada F5 dan baru bisa saya murnikan pada F12 dimana akan menjadi jenis baru (F0). Ini adalah sesuatu yang rumit dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.
Jadi, jangan lagi mau dibohongi oleh pedagang-pedagang nakal yang memang jumlahnya tidak sedikit! Jangan lagi terpatok dengan istilah-istilah F1, F2, dst. Ketika anda ingin membeli satu jenis kelinci, coba anda cari tahu dulu ciri-ciri kelinci atau kriteria standar yang diakui. Baru kemudian anda bisa menilai apakah kelinci yang ingin anda beli itu kualitas bagus atau biasa-biasa saja.
Akhir kata, mudah-mudahan penjelasan saya cukup mudah dipahami dan bisa menambah pengetahuan sahabat-sahabat pecinta kelinci semuanya. Salam kelinci Indonesia!

Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »