Bagi para pecinta kelinci yang ingin melakukan pemesanan atau mempunyai pertanyaan silahkan masuk ke label PEMESANAN atau klik disini
For the English Version, please go here

Saturday, November 20, 2010

Gonjang-Ganjing Dunia Kelinci (bag. 2)

Tulisan ini melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya. Sengaja saya pisahkan, supaya bisa lebih terfokus kepada masing2 kelompok dalam masyarakat perkelincian Indonesia.

Kelompok kedua yang juga cukup kesusahan (tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar juga) adalah para penghobi yang juga 'pemulia', para penghobi pemula (penghobi musiman), dan orang2 berduit yang mencoba peruntungan dengan beternak kelinci (tanpa mau memahami semua aspek dari binatang tsb). Mereka2 dikelompokkan kedalam kelompok yang sama karena memang bermain dalam lingkaran yang sama.
  • Para penghobi yang juga 'pemulia' mungkin adalah yang paling menderita dengan situasi seperti ini. Mereka adalah orang2 yang berani membayar mahal untuk seekor kelinci karena paham dengan 'kualitasnya' bukan dengan patokan harga pasaran yang berlaku. Biasanya tidak akan pernah menjual anakan kelinci umur dibawah 2 bln dan kualitas kelinci2 yang dijual cukup terjamin (karena sedikit banyak memang memahami tentang teknik pemuliaan kelinci yang benar). Jadi sangat wajar jika harganya diatas harga pasaran umum karena sesuai dengan kualitasnya.
    Namun saat ini banyak kawan2 yang goyah akibat hancurnya harga pasaran umum (kelompok pertama). Saya minta kawan2 untuk tetap semangat, janganlah terpengaruh dengan hancurnya harga kelinci pada pasaran umum, karena memang pasarnya bebeda, janganlah latah untuk ikut2an menurunkan harga standar di kandang anda. Saya merasa sedih ketika tau ada seorang kawan yang menjual seekor kelinci rex seharga 200rb (padahal setahun yang lalu untuk kelinci rex dengan pola dan kualitas spt itu masih berharga =/> 400rb), hanya karena harga kelinci rex pada pasaran umum jatuh ke harga 150rb/ekor. Padahal kualitasnya sangat jauh berbeda. Untuk yang masih kurang mengerti, kelinci rex yang bobotnya tidak sesuai standar, mempunyai bulu yang kusam, tidak rata dan jarang2, dan warna yang tidak tajam dan cerah, serta banyak uban pada pola warnanya adalah kelinci2 rex yang banyak beredar di pasaran umum (kualitas pet). Jadi kawan2 saya minta untuk tetap menjaga semangat mendidik konsumen dengan memberi pemahaman yang benar tentang kualitas. Kualitas kelinci yang baik bukan harus impor. Hargailah jerih payah anda selama bertahun-tahun untuk menghasilkan kelinci2 berkualitas. Tolong jangan terpengaruh dengan hancurnya harga kelinci pada pasaran umum, karena memang kualitas dan pasarnya berbeda. Semoga kita semua bisa tetap semangat untuk kemajuan perkelincian di tanah air.
Salam Persatuan dari saya


Hendra Wibowo

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts