Tampilkan postingan dengan label info penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info penting. Tampilkan semua postingan

Asian Rabbit Workshop and Exhibition

Maaf agak telat memberikan laporan, semua ini dikarenakan kesibukan saya yang luar biasa belakangan ini. Kira-kira 2 minggu setelah kepulangan saya dari Singapura, saya mendapat telpon dari Ketua 1 Aspek (Himakindo cabang Batu). Inti dari telpon tersebut adalah bahwa saya harus berangkat menemaninya ke Bogor. Sebagai Sekretaris 1 Aspek dan juga Ahli Genetika untuk kandang pembibitan Aspek, acara ini tentu sangat penting untuk saya hadiri. Maka kami bertiga (saya, ketua 1 Aspek, & sekretaris 2 Aspek) akhirnya berangkat menuju Bogor.

pembukaan asian rabbit workshop and exhibitionPembukaan Acara

Asian Rabbit Workshop and Exhibition adalah sebuah rangkaian acara hasil kerjasama antara Balitnak-Bogor, Dirjen Budidaya Ternak Non-Ruminansia-Jakarta, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dinas Peternakan&Perikanan Kab. Bogor, Himakindo, ARPA, serta Hotel Salak Bogor. Acara yang mengangkat tema "Industrializing Small Scale Rabbit Farming atau Industrialisasi Usaha Kelinci Skala Kecil" ini berlangsung dari tanggal 31 Juli 2010 - 4 Agustus 2010. Menurut saya pribadi, seluruh kegiatan dalam acara ini sangatlah penting. Khususnya bagi orang-orang yang memang mempunyai keinginan untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan antara lain;
  • Pelatihan Breeding (Sertifikasi Pembibit) -> Sangat penting, karena selama ini banyak sekali peternak-peternak kelinci, khususnya peternak pemula dan peternak tradisional yang mengaku-ngaku sebagai pembibit, padahal secara ilmu masih sangat dangkal, bahkan pengertian dari "bibit" itu sendiri mereka tidak paham.
  • Pelatihan Penjurian (Sertifikasi Juri) -> Sangat penting juga, dengan maraknya kontes-kontes kelinci di berbagai daerah saat ini. Kenyataanya, sering sekali juri-juri yang dipakai bahkan tidak paham dengan jenis-jenis kelinci, apalagi bisa menilai dengan benar. Untuk ini setidaknya Jawa Timur telah mempunyai 2 orang juri bersertifikat (dari Aspek- Himakindo Cab. Batu).
  • Presentasi dari perwakilan Qingdao Kangda Foodstuffs Co.Ltd (Perusahaan terbesar di Cina/mungkin juga dunia) untuk bibit unggul kelincinya yang diberi nama "Hyla"-> dgn jumlah produksi 30 juta ekor/tahun.
  • Pelatihan Breeding Umum -> Berisi penjabaran tentang reproduksi, penyakit, management, pengolahan produk/pasca panen. Sangat mungkin untuk diajarkan kepada peternak-peternak pemula/peternak tradisional.
  • Seminar Nasional -> Presentasi dari Prof. Qin Ying He (Asian Rabbit Production Association).
  • Diskusi -> riset, tindak lanjut, dll.
Berikut Beberapa Foto Yang Sempat Saya Abadikan

Presentasi dari Kangda (Cina)
Pak Yono sedang menjadi penterjemah dadakan(he..he..he..)
Sebagian peserta acara

Permintaan Maaf (Kontes Diundur)

Permintaan Maaf (Kontes Diundur)

Berdasarkan hasil rapat Panitia pada tgl. 10/7/2010 kemarin, Batu National Rabbit Contest 2010 dinyatakan diundur hingga setelah Idul Fitri (menunggu informasi selanjutnya). Menurut salah seorang panitia, pemunduran jadwal kontes ini terpaksa dilakukan karena banyaknya agenda2 Aspek yang juga harus segera dijalankan, serta kesibukan pribadi dari beberapa orang panitia inti yang tidak bisa ditinggalkan.

Untuk itu, saya selaku Sekretaris Aspek menyatakan permintaan maaf kepada semua kawan2 pencinta kelinci, khususnya kepada yang telah mendaftarkan kelinci kesayangannya pada acara kontes tersebut. Bagi yang telah mendaftar, maka uang pendaftaran akan segera dikembalikan paling lambat 1 minggu dari hari ini (13/7/2010). Terimakasih atas permaklumannya.

Salam

Hendra Wibowo

Pelantikan Pengurus ASPEK (Cabang HIMAKINDO)

Pelantikan Pengurus ASPEK Kota Batu - Dalam acara "Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Kelinci" yang diadakan di Royal Orchids Garden (Batu) pada tgl. 6 - 7 Mei 2010 yang lalu, ada satu acara lagi yang membuat para penggiat kelinci di kota Batu semakin bergairah. Acara itu adalah pelantikan para pengurus ASPEK (Asosiasi Penggemar Kelinci) kota Batu sebagai pengurus HIMAKINDO (Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia) cabang Kota Batu. Sebagaimana perlu diketahui, mungkin hanya HIMAKINDO inilah satu-satunya rujukan asosiasi perkelincian yang paling kredibel di Indonesia.

Pernyataan saya ini bukan sekedar asal njeplak lho, apa yang saya tulis di atas tentu ada dasar. HIMAKINDO terdaftar sebagai cabang Asosiasi Ilmiah Kelinci Dunia (Indonesian Branch - World Rabbit Science Association/IB-WRSA), juga terdaftar sebagai cabang Asosiasi Produksi Kelinci Asia (ARPA). Dan dengan bergabungnya ASPEK menjadi cabang HIMAKINDO, diharapkan dunia perkelincian di kota Batu menjadi semakin maju dan cepat menuju ke arah Industri. Mudah-mudahan ini akan cepat terealisasi, sehingga tujuan mulia yaitu "meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha ternak kelinci" segera terwujud, amiiin...

Berikut ini adalah foto-foto yang sempat saya abadikan saat acara ramah tamah.

Adapun para pengurus ASPEK yang dilantik langsung oleh ketua HIMAKINDO (Dr. Yono C. Raharjo) itu adalah :
  • Ketua I : Mahbub Ubaydi
  • Ketua II : Bambang S.
  • Sekretaris I : Hendra Wibowo
  • Sekretaris II : Yohan D. Waskito
  • Bendahara I : Sugeng Purnomo
  • Bendahara II : Arief Nugroho
Pelantikan ini juga disaksikan langsung dan ditandatangani oleh Direktur Direktorat Budidaya Ternak non Ruminansia yaitu Bapak Drh. Djajadi Gunawan,Mph.

Pelantikan pengurus ASPEK

(ki-ka : belakang) Yohan, Hendra, Purnomo, Nugroho, Bambang
(ki-ka : depan) Ir.Tri Mahanani,MM, Drh.Djajadi Gunawan,Mph, Dr.Yono C. Raharjo, Mahbub

Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Kelinci

Diseminasi Teknologi Budidaya Ternak Kelinci - Beberapa hari yang lalu, tepatnya tgl. 6 - 7 Mei 2010, di Batu diadakan acara Seminar dan Pelatihan Ternak Kelinci. Acara ini adalah agenda resmi dari Direktorat Budidaya Ternak Non Ruminansia dibawah Direktorat Jenderal Peternakan. Dalam acara yang diadakan di Royal Orchids Garden ini, terungkap jika sektor "perkelincian" adalah salah satu sektor yang belum ditangani secara maksimal oleh Pemerintah. Walaupun saat ini sudah mulai mendapat sedikit perhatian (ini adalah jasa semua kawan-kawan pencinta kelinci seluruh Indonesia ), sehingga binatang kesayangan kita ini sangat marak diberitakan oleh media-media, baik cetak maupun televisi. Setidaknya kita, atau saya pribadi melihat masa depan binatang cantik ini masih sangatlah cerah.

pembukan acara seminar dan pelatihan ternak kelinci(ki -ka) Drh. Djajadi Gunawan, Mph (Direktur BTNR), Ir. Tri Mahanani, R,MM (Kasubdit Non Unggas).para peserta diseminasi teknologi ternak kelinci
Para peserta acara.

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Peternakan Malang Kota, Dinas Peternakan Magetan, Dinas Peternakan Malang Kabupaten, hingga perwakilan terjauh yaitu dari Dinas Peternakan Solok (Sumbar), serta perwakilan peternak dan penggemar kelinci (tentunya ada saya juga=> narsis), terungkap juga jika banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh peternak adalah masalah klasik (masalah yang timbul karena kurangnya pengetahuan yang benar tentang ternak kelinci). Dalam hati saya tersenyum (kecut),
lha..Bagaimana para peternak di desa-desa bisa tahu cara beternak kelinci yang baik dan benar? Jika para penyuluh-penyuluh lapangan saja tidak tahu cara beternak kelinci, malah tidak paham jika ada kelinci pedaging dan kelinci hias.
Klo sudah begini biasanya Dr. Yono C. Raharjo (Ketua Himakindo) akan bernyanyi " Itulah Indonesiiiaaa... " ha..ha..ha....

Yono C. Raharjo saat menyampaikan makalahIni nih yang namanya Pak Yono.peserta acara seminar dan pelatihan budidaya kelinciTuh pada serius kan wkwkkkkk...

Dari semua pembicara dalam acara ini, saya paling terkesan saat Ketua Himakindo (Dr. Yono C. Raharjo) membagikan pengalaman dan ilmunya. Bukan berarti saya tidak menghargai para pembicara yang lain, namun saya merasa bahwa yang disampaikan oleh para pembicara yang lain terlalu teoritis (hanya wacana) dan cukup tidak memberikan masukan apa-apa (setidaknya buat saya). Dan ada kabar yang cukup menggembirakan (khususnya buat kami yang di Batu), jika akan ada suntikan dana lumayan besar untuk pengembangan ternak kelinci di Kota Batu. Mudah-mudahan ini benar-benar terealisasi dan bukan hanya sekedar "bunga tidur" bagi para peternak. Jika ini terealisasi, saya harap ini bisa menular juga ke daerah-daerah tempat kawan-kawan yang lain.

Tetap semangat kawan2!!!!

Foto-Foto Latber Aspek Kota Batu (Feb 2010)

Foto-Foto Latber Aspek Kota Baru - Latber adalah ajang kontes kelinci kecil-kecilan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penggemar Kelinci (ASPEK) kota Batu. Ajang ini rencananya diselenggarakan secara rutin setiap 2 bulan sekali dengan tujuan untuk lebih mengenalkan ragam kelinci hias kepada peternak (pada khususnya) dan masyarakat (pada umumnya), serta untuk mempererat tali silaturohim antar sesama peternak dan penghobi kelinci di Kota Batu dan sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa foto-foto kelinci yang sempat saya abadikan.

ajang kontes kelincisaat penilaian pada ajang kontes
beberapa kelinci saat ajang kontessalah satu kelinci peserta kontessaat penilaian pada ajang kontes kelincisalah satu peserta kontes kelincikelas kelinci rex kontes kelinci
saat penilaian kontes kelinci

Mengenal Kualitas Kelinci

Mengenal Kualitas Kelinci - Jika kita mengacu pada negara-negara yang dunia perkelinciannya sudah maju seperti Amerika, Inggris, dan Perancis, maka kita hanya akan mendapatkan 3 kualitas kelinci yang dijual disana. Kualitas-kualitas itu adalah Show, Brood, dan Pet quality. Seperti apa sih kualitas-kualitas kelinci tersebut? Dibawah ini saya akan mencoba menjelaskannya.

Show quality atau Kualitas kontes adalah kelinci-kelinci yang sesuai standar dan tidak mempunyai cacat sama sekali. Dalam artian, kelinci yang masuk dalam kualitas ini adalah kelinci-kelinci yang memang layak untuk diikutkan dalam kontes dan tidak mungkin terkena diskualifikasi. Kelinci-kelinci yang termasuk dalam kategori ini juga dilengkapi dengan surat silsilah yang lengkap (berasal dari garis keturunan yang baik).

kelinci kualitas kontes
Contoh Show Quality

Brood quality adalah kelinci-kelinci yang sebenarnya sesuai standar namun tidak akan mendapatkan nilai tinggi ketika diikutkan dalam kontes, atau mungkin juga bisa terkena diskualifikasi. Hal ini disebabkan karena kelinci tersebut mempunyai sedikit cacat (kuku kaki putih, pola atau warna bulu kurang sempurna, tingkah laku yang kurang baik, mempunyai mata bulan, telinga jatuh sebelah, dll). Namun walaupun begitu, kelinci-kelinci kualitas Brood ini masih sangat layak untuk dijadikan indukan karena berasal dari garis keturunan yang baik (dapat dilengkapi dengan surat silsilah).

kualitas kelinci brood
Contoh Brood Quality (warna kurang sempurna)

Pet quality adalah kelinci-kelinci yang tidak layak untuk diikutkan dalam kontes. Namun bukan berarti tidak layak untuk dibeli dan dipelihara. Kelinci-kelinci yang termasuk dalam kategori ini bisa jadi berasal dari sepasang indukan yang bagus, namun karena beberapa hal menyebabkan tidak bisa diikutkan dalam kontes. Contohnya adalah kelinci yang pernah sakit ketika kecil, hal ini menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan tidak bisa mencapai berat standar.
Untuk di Indonesia kebanyakan kelinci yang beredar adalah kualitas ini, bukan karena alasan diatas, namun lebih karena kebanyakan kelinci yang beredar adalah hasil "silangan tidak jelas".

Kualitas Kelinci di Indonesia

Bagaimana dengan di Indonesia? Sepertinya hal diatas masih belum bisa dipakai di Indonesia (ini menurut saya lho!). Saya mengatakan ini karena beberapa alasan :
  1. Walaupun kelinci sudah dikenal lama di masyarakat, namun kelinci hias (dengan berbagai macam jenis yang ada) masih terhitung baru dikenal disini.
  2. Masyarakat Indonesia masih memandang kelinci sebagai hewan ternak (bukan hewan kesayangan seperti anjing dan kucing), sehingga selalu memikirkan produksi, produksi, dan produksi.
  3. Kebanyakan peternak (apalagi pedagang) sebenarnya tidak paham dengan jenis-jenis kelinci, sehingga sering terjadi salah kaprah. Ini juga yang membuat 70% (menurut saya) kelinci yang beredar di Indonesia adalah jenis "silangan hancur".
  4. Kebanyakan peternak juga lebih memikirkan kuantitas, dan kualitas adalah nomor dua. Ini yang menyebabkan mengapa di peternakan skala besar yang memelihara banyak jenis kelinci justru susah untuk mendapatkan kelinci yang mempunyai kualitas bagus.
  5. Organisasi-organisasi kelinci yang ada di Indonesia masih bersifat lokal (tidak jelas rujukannya kemana). Ini yang membuat standar kontes kelinci di beberapa daerah meragukan. Ini juga yang menyebabkan kita belum bisa membuat pedigree. *Tambahan : Saat ini sudah ada IRA (Indonesian Rabbit Association) yang menyelenggarakan kontes dengan standar yang sangat baik karena merujuk ke ARBA.
  6. Dinas Peternakan di Indonesia belum benar-benar serius menggarap potensi hebat dari binatang kesayangan kita ini.
Akhir kata, mudah-mudahanan tulisan saya ini dibaca juga oleh pihak-pihak yang mempunyai power dan mau membantu untuk memajukan dunia perkelincian di negara tercinta kita ini. Tetap semangat teman-teman pecinta kelinci!!!

Jika anda ingin serius menjadi penghobi/peternak berkualitas dan belum mengerti betul tentang kualitas kelinci, jangan sekali-sekali membeli kelinci di pasar hewan. Belilah kelinci kepada Breeder-Breeder yang telah mempunyai nama/reputasi bagus, karena informasi yang diberikan dapat dipegang (mereka tidak berbohong).

Tentang F0, F1, dst Pada Kelinci

Tentang F0, F1, dst Pada Kelinci - Beberapa bulan yang lalu ada seseorang mengirim sms ke saya, yang isinya menawarkan beberapa ekor indukan kelinci yang dia jual secara borongan. Dia juga menambahkan embel-embel bahwa kelinci-kelinci tersebut adalah F1. Saya hanya tersenyum dan membalas kalau saya belum tertarik ( tentu dengan kalimat yang sopan ).

Dan baru-baru ini juga ada beberapa penghobi pemula yang main ke kandang penjualan saya. Mereka mengatakan bahwa daerah mereka sekarang didatangi oleh beberapa penjual yang menawarkan bibit-bibit kelinci yang katanya "F1". Hal ini tentu mengusik saya. Ternyata walaupun saat ini kelinci hias sudah dikenal luas di Indonesia, salah kaprah tentang pengertian Fenotip (F) masih saja berkembang. Dan seringkali hal ini dipakai oleh para "pedagang nakal" untuk mengatrol harga kelinci yang dijualnya.

Penjelasan Tentang Kemurnian Ras Kelinci

Salah kaprah yang selama ini berkembang :
  • F0, adalah kelinci-kelinci yang didatangkan dari luar negeri. 
  • F1, adalah anakan dari F0. 
  • F2, adalah anakan dari F1, dst.
Hal ini memang benar jika pengertian dari F adalah filial (keturunan). Namun masalahnya para 'pedagang nakal' tidak pernah memakai istilah F3,..., F7, ...dst. Selalu berhenti di F1 dan F2. Dan istilah "F" itu digunakan untuk menunjukkan kemurnian ras, bukan untuk menunjukkan keturunan.

Pengertian yang benar :
  • F0, adalah kelinci yang masih mempunyai darah murni (pure breed).
Contoh : Anda mempunyai sepasang indukan rex dengan kualitas bagus. Ketika anda mengawinkan kelinci tersebut, ternyata ada diantara anak-anak kelinci tersebut yang mempunyai bulu seperti kelinci biasa/bulunya rex namun tidak merata di seluruh tubuhnya/kualitas bulu anak-anaknya tidak sebagus induknya. Ini bisa menjadi indikasi jika indukan rex yang anda miliki bukanlah pure breed (bukan F0).
  • Istilah F1, F2, F3, dst (dalam artian filial atau keturunan) sebenarnya hanya dipakai oleh breeder-breeder yang sedang mencoba mengembangkan jenis/strain baru atau digunakan untuk penelitian. Tujuannya adalah untuk mempermudah penandaan.
Contoh : Saya mempunyai Holland Lop (HL) yang masih pure breed (F0), saya juga mempunyai Rex yang juga masih pure breed (F0). Ketika saya mengawinkan kedua kelinci tsb, HL (F0) x Rex (F0) = anakan yang lahir inilah yang disebut dengan F1. Dengan kata lain, F1 adalah hasil persilangan pertama dari 2 jenis kelinci yang berbeda. Namun perlu diperhatikan, induk yang digunakan harus benar-benar pure breed (F0). Jadi anda tidak bisa sembarangan menyilangkan kelinci-kelinci anda, karena hasilnya tentu jauh dari yang dibayangkan (kalau menurut istilah saya adalah "silangan hancur").

Dan satu lagi yang harus diperhatikan, biasanya kelinci-kelinci F1 tidak pernah dilepas ke pasar (kecuali ke sesama breeder yang mempunyai tujuan sama). Kenapa? Karena pada umumnya kualitas pada F1 bukanlah kualitas yang diharapkan.

pengertian F0, F1, dst..
Contoh F1 (Netherland Dwarf dengan Dutch)
Contoh : Ketika saya mengawinkan HL x Rex, apa yang anda bayangkan? Saya akan mendapatkan kelinci berbulu rex dengan telinga yang jatuh seperti HL (tentu sangat menyenangkan jika saya mendapatkan ini). Namun bagaimana jika yang saya dapatkan sebaliknya? Anakan yang keluar justru berbulu seperti HL dan telinganya tidak jatuh. Tentu kelinci-kelinci tersebut malah akan terlihat seperti kelinci lokal biasa bukan? Sehingga, "mungkin" bisa jadi kualitas kelinci yang saya harapkan baru akan saya dapatkan pada F5 dan baru bisa saya murnikan pada F12 dimana akan menjadi jenis baru (F0). Ini adalah sesuatu yang rumit dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.
Jadi, jangan lagi mau dibohongi oleh pedagang-pedagang nakal yang memang jumlahnya tidak sedikit! Jangan lagi terpatok dengan istilah-istilah F1, F2, dst. Ketika anda ingin membeli satu jenis kelinci, coba anda cari tahu dulu ciri-ciri kelinci atau kriteria standar yang diakui. Baru kemudian anda bisa menilai apakah kelinci yang ingin anda beli itu kualitas bagus atau biasa-biasa saja.
Akhir kata, mudah-mudahan penjelasan saya cukup mudah dipahami dan bisa menambah pengetahuan sahabat-sahabat pecinta kelinci semuanya. Salam kelinci Indonesia!

Pengumuman Tabos Rabbit Mataram

Pengumuman Tabos Rabbit Mataram

Diumumkan kepada teman-teman pecinta kelinci di Mataram ( NTB ) dan sekitarnya, bahwa sejak Idul Fitri 2009 Tabos Rabbit Mataram sudah tidak lagi menerima kiriman dari Tabos Rabbit Pusat. Dan dengan ini Tabos Rabbit Mataram saya nyatakan tutup (sampai ada pemberitahuan selanjutnya). Untuk itu Tabos Rabbit Pusat tidak lagi bertanggung-jawab atas kualitas kelinci-kelinci yang dijual oleh Bapak Bagus. Demikian pengumuman ini, harap teman-teman pecinta kelinci di Mataram (NTB) dan sekitarnya maklum.
Salam Kelinci!


Buku-Buku Tentang Kelinci

Buku-Buku Tentang Kelinci - Sekitar 10 th yang lalu mungkin akan sulit sekali bagi para penghobi maupun peternak kelinci untuk menemukan buku-buku yang berkaitan dengan kelinci. Namun dengan meroketnya pamor kelinci di Tanah Air kita ( khususnya kelinci hias ), maka berbagai buku yang menerangkan tentang jenis-jenis kelinci, cara pemeliharaan yang tepat, serta prospek bisnis dari binatang menggemaskan ini banyak bermunculan. Berikut ini adalah contoh 2 buku tentang kelinci yang sudah beredar.

buku tentang kelincibuku yang membahas kelinci hias dan potong
Munculnya aneka buku tentang kelinci, sedikit banyak telah membantu para peternak maupun penghobi kelinci untuk lebih mengerti tentang binatang lambang majalah Playboy ini. Walaupun secara garis besar isinya hampir sama semua, namun masing-masing buku tentu memiliki kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan satu sama lain. Bagi para peternak dan penghobi kelinci memiliki buku panduan memang bukanlah suatu keharusan, namun buat saya hal ini sangat penting. Kenapa? Ini alasannya :
  • Kebanyakan para peternak sebenarnya tidak paham akan jenis-jenis kelinci yang ada, mereka suka asal bila ditanyakan tentang jenis kelinci yang mereka punya.
  • Kebanyakan para penjual kelinci bukanlah peternak, sehingga mereka tidak paham bagaimana memelihara kelinci yang baik dan benar. Mungkin ada diantara teman yang sering beli kelinci namun selalu mati, kemungkinan ini akibat kesalahan dalam pemeliharaan. Seringkali pula para penjual kelinci memberikan informasi yang salah kepada pembelinya.
  • Penyakit kelinci juga ada beragam, dan masing-masing penyakit memiliki cara yang berbeda-beda dalam penanganannya.
Otak manusia yang terbatas tentu tidak bisa mengingat semua hal diatas secara detail. Oleh karena itu adanya buku panduan tentu sangat membantu kita para penghobi dan peternak kelinci. Karena buku-buku tersebut memberikan informasi standar dalam memelihara kelinci yang baik dan benar. Mulai dari jenis kelinci, model kandang kelinci, jenis-jenis makanan kelinci, cara pemberian pakan, hingga penyakit-penyakit dan cara pengobatannya. Nah berhubungan dengan itu, buat teman-teman yang ingin memiliki buku-buku panduan tentang kelinci atau apapun untuk menambah pengetahuan, anda dapat membelinya di toko-toko buku ataupun secara online. Atau dapat juga membeli panduan yang berupa e-book (silahkan lihat DISINI). Salam Kelinci!

Semaraknya Kontes Kelinci di Indonesia

Semaraknya Kontes Kelinci di Indonesia - Rupanya kelinci sudah mulai benar-benar unjuk gigi di Indonesia. Walaupun perhatian pemerintah masih dapat dikatakan sangat minim sekali, namun semangat para peternak kelinci semakin bergelora untuk memajukan dunia perkelincian di tanah air.

Bukti dari semangat yang besar itu yaitu dengan semakin banyaknya kontes-kontes kelinci yang diadakan di Indonesia. Walaupun kontes-kontes tersebut masih terpusat di Pulau Jawa, namun setidaknya ini merupakan langkah awal yang cukup penting untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia.

semaraknya kontes kelinci di indonesia

Dan dengan maraknya kontes kelinci di berbagai daerah, ini membuat semakin banyak pula penghobi-penghobi baru yang bermunculan. Hal ini tentu semakin menggairahkan dunia perkelincian di Indonesia. Namun ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya saat melihat begitu semrawutnya kontes-kontes kelinci di Indonesia. Bukan dari segi penyelenggaraanya, namun dari segi waktu penyelenggaraannya. Contohnya adalah dari 2 kontes terakhir yang diadakan. Kontes Kelinci Nasional yang diadakan di Lembang tgl. 13 juli 2009 dan Jakarta Bunnies Gathering yang diadakan pada tgl. 12 juli 2009. Waktu kontes yang berdekatan membuat para peternak dan penghobi bingung untuk memilih kontes mana yang akan diikuti. Hal ini mengingat jarak Jakarta dan Lembang yang relatif tidak terlalu jauh, serta gengsi dari masing-masing kontes tersebut.

Seandainya semua paguyuban kelinci di Indonesia ini bergabung atau setidaknya membuat sebuah jaringan yang solid tentu tujuan untuk memajukan dunia perkelincian di Indonesia akan cepat terwujud.

Ini sangat penting! Karena ini tentu akan mengurangi tingkat persaingan antara masing-masing daerah yang terkenal sebagai sentra kelinci. Satu-satunya persaingan yang akan muncul adalah saling berlomba-lomba meningkatkan kualitas kelinci, yang mana ini adalah hal yang sangat positif.

Perlu terbentuk jaringan yang kuat antara masing-masing paguyuban di sentra-sentra peternak kelinci. Hal ini akan membuat kontes-kontes kelinci di Indonesia bisa terjadwal secara rapi. Seandainya semua kontes kelinci bisa terjadwal rapi dari yang tingkat Lokal-Regional-Nasional, tentu cita-cita kita semua sebagai pecinta kelinci akan cepat terwujud. Semoga!

Salam Kelinci Indonesia,

Foto-Foto Kontes Kelinci, Batu 2009

Akhirnya Batu Rabbit Contest 2009 ( 27 - 28 juni 2009 ) berlangsung dengan sukses, walaupun menurut panitia dalam persiapan awalnya mendapat beberapa kendala. Pesertanyapun membludak, ada sekitar 300-an kelinci yang didaftarkan untuk ikut berkompetisi pada semua kelas yang diperlombakan. Kontespun seakan-akan berubah dari yang awalnya se-Malang Raya menjadi se-Jawa Timur, karena banyaknya peserta dari kota-kota lain yang turut ambil bagian dalam kontes yang baru pertama kali diadakan ini. Dibawah ini adalah momen-momen yang berhasil Tabos Rabbit abadikan.

Babak Penyisihan/Penilaian





10 Besar Kelas Kelinci Rex


5 Besar Kelas Kelinci Anggora


10 Besar Kelas Kelinci Flemish Giant


10 Besar Kelas Kelinci Mini


Para Pemenang Kontes Kelinci




Lihat juga berbagai koleksi gambar dan foto-foto kelinci lainnya di http://gambarfotokelinci.blogspot.com

Susahnya Mencari Ras Kelinci Yang Murni

Susahnya Mencari Ras Kelinci Yang Murni - Sebagian besar kelinci yang beredar di Indonesia sudah tidak murni lagi ras-nya? Apa benar demikian? Pertanyaan seperti ini pernah saya dapatkan dari beberapa pengunjung blog saya ini. Dan jawaban saya adalah iya. Memang sebagian besar ras-ras kelinci yang beredar di Indonesia sudah tidak murni lagi. Ingat! Sebagian besar, bukan sebagian kecil. Saya bukan provokator lho! Mengapa saya berani mengatakan ini, tentu karena saya punya dasar.

Coba anda bandingkan foto dibawah ini :
 jenis fuzzy lop versi Indonesia
Fuzzy Lop yang kebanyakan beredar di Indonesia

jenis kelinci american fuzzy lopAmerican Fuzzy Lop

Mungkin sekilas tidak terlalu terlihat perbedaanya, apalagi ini hanya gambar yang tidak bisa dibandingkan secara langsung. Namun coba perhatikan lebih seksama bagian jidat dan bokongnya. Terlihat kan perbedaanya? Gambar yang pertama menurut saya adalah hasil persilangan tanpa standar dari jenis kelinci Lop dengan kelinci Anggora, ini terlihat dari bentuk kepala dan badannya yang lebih mirip anggora. Walaupun telinganya juga jatuh, namun tidak selebar dan setebal pada gambar kedua bukan?

Terus yang paling gampang untuk membuktikan perkataan saya lagi, coba anda cari kelinci jenis Flemish Giant yang beratnya diatas 6 kg (beneran ditimbang lho ya, bukan hanya katanya penjual). Susahnya minta ampun bukan? Padahal salah satu ciri khas kelinci Flemish Giant ya karena bobotnya itu. Dibawah ini saya melampirkan hasil dari penelitian Balitnak Bogor yang membandingkan kelinci-kelinci dari Magelang (sentra peternakan kelinci di Jawa Tengah) dengan kelinci-kelinci dari Balitnak sendiri.

Hasil Penelitian Dari Kemurnian Ras Kelinci

BRAHMANTIYO, B., H. MARTOJO, S.S. MANSJOER dan Y.C. RAHARJO, 2006. Pendugaan jarak genetik kelinci melalui analisis morfometrik. JITV 11(3): 206-214.
Penelitian mengenai konformasi tubuh kelinci English Spot (ES), Flemish Giant (FG), New Zealand White (NZWm) dan Rex (Rexm) asal Magelang, Jawa Tengah dan New Zealand White (NZWb), Rex (Rexb), Satin dan RS asal Balitnak-Ciawi dilakukan untuk mengetahui dan menduga jarak genetik mahalanobis di antara rumpun kelinci. Penelitian ini dilakukan di Magelang (Jawa Tengah) dan Balitnak-Ciawi (Jawa Barat) menggunakan 237 ekor kelinci. Pengambilan data dilakukan pada kepala (panjang dan lebar), telinga (panjang dan lebar), dada (lingkar, dalam dan lebar), panjang tulang humerus, panjang tulang radius-ulna, panjangtulang tibia dan panjang badan. Kelinci ES, FG dan NZWm secara umum memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan bangsa kelinci lainnya. Jarak genetik mahalanobis antara kelinci NZWm dan NZWb, dan kelinci Rexm dan Rexb cukup jauh, berturut-turut sebesar 5,89139 dan 6,75571. Kelinci yang berasal dari Magelang dan dari Balitnak memiliki ukuran tubuh yang berbeda dengan jarak genetik mahalanobis berkisar dari 4,89426 sampai 6,96749. Hasil analisis kanonik memperlihatkan bahwa peubah pembeda ukuran tubuh kelinci adalah lingkar dada, lebar dada dan panjang tulang humerus pada kanonik pertama dan panjang kepala pada kanonik kedua
.

Walaupun penelitian ini hanya menggunakan jenis English Spot, NZ White, Flemish Giant, dan Rex, tapi saya rasa cukup untuk menggambarkan kondisi jenis-jenis kelinci yang lain.

Jadi saran saya, jika anda memang benar-benar penghobi kelinci, coba cocokkan dulu ciri-ciri kelinci yang sudah disampaikan dalam blog ini dengan kelinci yang akan anda beli. Kalau ternyata ciri-cirinya ada yang berbeda namun anda tetap ingin membelinya, janganlah membelinya dengan harga yang sangat tinggi. Semoga bermanfaat!

Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »