Tampilkan posting dengan label jenis kelinci. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label jenis kelinci. Tampilkan semua posting
Dutch ( Kelinci Paling Populer )

Dutch ( Kelinci Paling Populer )

kelinci dutch paling populer
Dutch (Kelinci Paling Populer) - Dari sekian jenis kelinci ras yang ada, mungkin kelinci jenis Dutch inilah yang paling populer di Indonesia. Kenapa? Karena saya sendiri sudah punya jenis kelinci ini dari saat saya masih tinggal di Bali, ketika itu umur saya sekitar 7 tahunan. Cuma saat itu saya sendiri tidak tahu jenisnya, saya hanya suka karena warna kelinci itu lucu menurut saya.

Sejarah Kelinci Dutch

Mungkin dari namanya, orang akan mengira bahwa kelinci Dutch berasal dari Belanda. Namun kenyataannya, jenis kelinci ini pertama kali dikenal di Inggris, yaitu pada th. 1864. Sebenarnya, nenek moyang dari kelinci Dutch memang berasal dari Belanda. Sejak sebelum th. 1830, Belanda secara rutin mengekspor kelinci ke Inggris untuk kebutuhan konsumsi. Diantara berbagai jenis kelinci itu terdapat satu jenis kelinci bernama Petite Brabancon yang merupakan kelinci lokal dari daerah Brabant di Flanders. Sebagian dari jenis itu mempunyai pola warna yang sangat unik, walaupun tidak sempurna.

Inilah cikal bakal dari kelinci jenis Dutch yang kita kenal sekarang. Pada saat itu para breeder di Inggris memilih dan menyeleksi kelinci-kelinci yang mempunyai pola warna unik tadi. Selanjutnya mereka berusaha untuk memperbaiki pola warna unik tadi sehingga menjadi seperti kelinci dutch yang populer kita kenal saat ini.

Ciri-Ciri Standar Kelinci Dutch

Ciri khas dari kelinci ini adalah pada warna putih yang menyebar dari bawah kepala hingga 1/3 panjang tubuhnya dan melingkar sempurna, dari mulut hingga dahinya juga berwarna putih berbentuk V terbalik, serta ujung kaki belakang juga berwarna putih. Sisanya untuk bagian tubuh lain dapat berwarna hitam, biru, coklat, abu-abu, dan tortoise ( oranye varasi abu halus ), atau variasi dari warna-warna tadi. Dutch juga termasuk jenis kelinci kecil dengan berat antara 1,5 kg - 2,5 kg.

Kelinci Tan ( Aristrocat Of The Fancy )

Jenis kelinci tanKelinci Tan (Aristrocat Of The Fancy) - Tan adalah termasuk jenis kelinci kecil. Menurut catatan, kelinci ini berasal dari Inggris. Dikenal sejak abad ke 19, yaitu tepatnya th.1887 di Derbyshire.

Awalnya jenis kelinci Tan ini hanya berwarna hitam, namun setelah berkali-kali proses persilangan yang sangat rumit, akhirnya para breeder berhasil mendapatkan variasi warna lain yaitu coklat, biru, dan lilac (ungu kemerah-merahan). Kelinci Tan ini mudah dikenali dari pola warna di tubuhnya yang sangat unik dan merupakan ciri khasnya. Hal ini juga yang menyebabkan 'kelinci bangsawan' ini dijuluki sebagai "aristocrat of the fancy".

Pola Warna Kelinci Tan

Pola warna dari kelinci Tan adalah, warna emas gelap / coklat kemerah-merahan di sekitar mata, leher, telinga, dagu, dada hingga kebagian bawah perut, ekor bagian dalam, dan kaki bagian dalam. Selanjutnya untuk bagian tubuh sisanya dapat berwarna hitam, coklat, biru, atau lilac.

Tan termasuk jenis kelinci yang sangat jinak dan sangat produktif. Induk kelinci Tan biasanya selalu menghasilkan anak yang banyak di setiap kelahiran, dan sangat pandai merawat anak-anaknya. Berat standar dari jenis kelinci Tan adalah antara 2-3 kg.

Kelinci Lionhead

kelinci lion double gen mane
Lionhead (dobel gen mane)

kelinci lion single gen maneLionhead (single gen mane)

kelinci jenis swiss fox
Jenis Swiss Fox

Kelinci Lionhead - Pernahkah anda ke pasar hewan dan melihat kelinci dengan bulu yang lebat hanya di sekitar muka dan tengkuknya saja? Ya, kelinci itu adalah jenis lyon / lionhead, atau setidaknya itulah yang dikatakan oleh para penjualnya. Memang di Indonesia gampang sekali kita menemukan kelinci jenis Lionhead (atau katanya jenis lion).

Para peternak di beberapa sentra pertenakan kelinci mengatakan bahwa jenis kelinci ini merupakan hasil persilangan dari kelinci Anggora dengan kelinci berbulu pendek (bisa jenis apa saja). Dan dalam sebuah buku tentang peternakan kelinci dikatakan kalau kelinci Lionhead ini merupakan kelinci Anggora yang "tidak jadi".

Mungkin kedua teori tadi adalah yang paling banyak diyakini oleh kalangan peternak kelinci di Indonesia. Namun sebenarnya sejarah kelinci Lion ini awalnya bermula di Belgia pada th.1900-an. Ada teori yang mengatakan bahwa kelinci ini adalah hasil persilangan dari jenis kelinci Swiss Fox dengan kelinci Belgian Dwarf, dan selanjutnya disilangkan lagi dengan jenis kelinci Jersey Wooly. Teori yang lain mengatakan bahwa kelinci jenis ini tidak ada hubungannya dengan persilangan, melainkan murni dari hasil mutasi gen dari kelinci jenis Dwarf Anggora / Jersey Wooly.

Ciri-Ciri Standar Kelinci Lionhead

  • Kepala tebal dengan muka sedikit pesek dan leher tidak boleh terlihat.
  • Telinga agak pendek ( tidak boleh melewati 3,5 inch) dan berdiri tegak.
  • Panjang kaki dan tulang medium sesuai dengan tubuh.
  • Bulu lebat dan halus yang tumbuh memanjang memutari telinga hingga ke bawah dagu.
  • Berat tubuh untuk yang dewasa tidak lebih dari 1,8 kg, idealnya 1,75 kg.
Jadi cobalah anda cocokan kelinci lion anda dengan ciri-ciri yang saya sebutkan diatas, apa sudah sesuai dan benar-benar jenis lionhead. Atau ternyata anda telah membeli kelinci yang 'katanya' lionhead oleh sang penjual.
Saat ini kelinci hias jenis Lionhead dari galur murni telah masuk dan berkembang di Indonesia. Bagi anda para penghobi yang memang ingin memilikinya, sebaiknya cari langsung ke peternak yang telah memiliki reputasi (Lionhead murni tidak dijual di pasar-pasar hewan atau pinggir-pinggir jalan).

Kelinci Himalayan

sejarah kelinci himalayanKelinci Himalayan - Mungkin dari namanya orang-orang akan mengira bahwa kelinci ini berasal dari Pegunungan Himalaya. Tapi sebenarnya tidak ada yang tahu pasti dari mana jenis kelinci ini berasal.

Memang masyarakat di Indonesia dan sebagian besar negara di dunia mengenal kelinci ini dengan nama Himalayan, namun di sebagian negara lainnya, kelinci unik ini disebut dengan The Russian, The Chinese, The Egyptian, The Black Nose, dll.

Hal ini dapat dikatakan cukup wajar, karena kelinci Himalayan memang salah satu jenis kelinci tertua dan penyebarannya yang lebih luas dari jenis kelinci lain di dunia. Namun uniknya, walaupun jenis kelinci ini menyebar hampir ke seluruh dunia, faktanya Himalayan adalah salah satu jenis kelinci terlangka. Dan jenis ini juga bukan dari hasil persilangan dan tidak bisa disilangkan untuk mendapatkannya. Inilah yang menyebabkan harga kelinci Himalayan lumayan tinggi di pasaran.

Ciri-Ciri Kelinci Himalayan

Kelinci ini sangat mudah dikenali dari ciri-cirinya yang cukup mencolok yaitu warna hitam di hidung, telinga, ekor, serta ujung-ujung kaki dengan tubuhnya berwarna putih salju serta matanya yang berwarna mad pink. Namun selain warna hitam ada juga variasi warna lain yaitu biru, coklat, dan ungu. Kelinci Himalayan merupakan jenis kelinci kecil dan sangat bersahabat, sehingga cocok untuk dihadiahkan kepada anak-anak. Berat dari jenis kelinci ini adalah antara 1,13kg - 2,27kg, namun bobot idealnya adalah 1,5kg.

Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »