Cara Pemberian Pakan Kelinci

Dalam posting sebelumnya yang berjudul "Macam-Macam Makanan Kelinci", saya sudah menjelaskan jenis-jenis pakan yang dapat anda berikan untuk kelinci kesayangan anda. Disitu saya juga sudah menjelaskan sedikit mengenai keunggulan dan kelemahan dari masing-masing makanan tersebut.

Pada posting kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara memberikan makanan untuk kelinci-kelinci kesayangan anda tersebut (ini berdasarakan cara yang saya gunakan di Tabos Rabbit).

pemberian pakan kelinci

Perlu diketahui bahwa di alam liar kelinci makan dan tidur sepanjang waktu, jadi tidak ada waktu-waktu tertentu untuk dia mencari makan (sebenarnya kebanyakan lebih aktif mencari makan pada malam hari).

Bagi kelinci peliharaan, tentu saja hal tersebut tidak mungkin. Semuanya tergantung kepada kita sebagai pemelihara. Baik tidaknya cara pemberian pakan yang kita terapkan akan sangat mempengaruhi kesehatan dari kelinci kesayangan kita.

Berdasarkan pengalaman saya dan dari beberapa sumber, pemberian pakan secara terjadwal adalah lebih baik ketimbang pemberian pakan yang sekaligus banyak dalam satu waktu. Dan sistem yang saya gunakan di Tabos Rabbit adalah sebagai berikut:



Pola Pemberian Pakan Kelinci

  • Pagi sekitar jam 9, adalah pemberian pakan pertama berupa pelet dan air minum.
  • Sore sekitar jam setengah 5, adalah pemberian pakan kedua yang masih berupa pelet dan menambahkan air pada botol-botol minuman yang sudah kosong. Biasanya pada saat ini saya / penjaga kandang akan sekaligus memeriksa kondisi dari masing-masing kelinci, kalau-kalau ada yang menunjukkan gejala sakit.
  • Malam sekitar jam 8, adalah pemberian pakan ketiga berupa hijauan yang volumenya agak banyak. Hal ini saya sengaja, karena kelinci biasanya lebih aktif untuk makan di malam hari ketimbang siang hari. (sekarang sudah tidak diberikan hijauan lagi)

Lihat: Resep Tabos Rabbit Food

Tentu saja pola pemberian pakan seperti yang saya lakukan di atas tidaklah baku. Anda dapat merubah jam-jam pemberian pakan dan jenis pakannya.

Namun satu yang harus sama adalah, berikanlah makan kepada kelinci-kelinci kesayangan anda secara teratur. Ini sangat penting jika anda menginginkan kelinci-kelinci kesayangan anda dapat tumbuh secara maksimal dan terjaga kesehatannya.


Macam-Macam Pakan Kelinci

Sebagai hewan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan, makanan utama dari kelinci tentunya adalah hijauan. Dan seperti mahkluk hidup lainnya, secara umum kelinci juga membutuhkan protein, karbohidrat, abu, vitamin (A,B,D,E), hidrat arang, serat kasar, dan lemak.

Untuk kelinci liar, pemenuhan akan kebutuhan pakan ini tentu tidak begitu masalah. Mereka dapat mencari dan mengatur sendiri keseimbangan makanannya dengan memilih berbagai macam makanan yang tersedia di alam.

Namun untuk kelinci peliharaan atau ternakan, maka kebutuhan pakan ini menjadi tanggung jawab sang peternak. Jenis dan jumlah makanan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakan dari kelinci-kelinci peliharaan tersebut. Dan macam-macam makanan kelinci yang biasa diberikan oleh peternak adalah sebagai berikut:

macam-macam pakan kelinci
Timothy Hay

Aneka Macam Makanan Kelinci

Hijauan

Untuk peternak-peternak kelinci tradisional yang hanya memelihara kelinci sebagai usaha sambilan, biasanya mereka hanya memberikan hijauan kepada ternaknya.

Dan macam-macam hijauan itu antara lain berupa rumput lapangan, daun pisang, daun lamtoro, daun ubi jalar, daun kembang sepatu, daun kacang panjang, daun pepaya, daun jagung, daun talas, dll. Serta dapat juga diberikan limbah sayuran seperti kangkung, wortel, daun brokoli, sawi, caisim, dll. Kelinci yang hanya diberikan hijauan saja biasanya pertumbuhannya akan lambat dan tidak dapat mencapai berat maksimal.

Perlu diperhatikan sebelum diberikan kepada kelinci hijauan harus dilayukan terlebih dahulu. Hal ini ditujukan untuk mengurangi kadar air, mempertinggi serat kasar, serta menghilangkan getah dan racun yang bisa membuat kelinci kembung dan mencret.



Biji-bijian

Sangat baik diberikan - terutama ke kelinci yang bunting dan menyusui - karena mengandung protein yang tinggi.

Jenisnya antara lain adalah jagung, padi, kacang hijau, kacang tanah, dan gandum. Namun karena harganya mahal makanya biasanya peternak menggunakan alternatif pengganti yaitu bekatul, ampas tahu, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah.

Sebelum diberikan kepada kelinci, biji-bijian tersebut harus dihaluskan terlebih dahulu. Pemberian biji-bijian pada anak kelinci dapat mempercepat pertumbuhannya sehingga dapat mencapai bobot maksimal setelah dewasa.

Hay

Adalah pakan cadangan untuk menghadapi kemarau panjang yang membuat hijauan menjadi sulit diperoleh, serta sebagai alternatif pakan bagi kelinci yang terserang mencret.

Merupakan rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Dikeringkan secara bertahap agar kandungan gizinya tetap terjaga. Beberapa jenis pakan yang bisa dijadikan hay antara lain adalah rumput cakar ayam, rumput ginting, rumput kalamenta, rumput jampang, rumput gajah, pucuk tebu, daun kacang-kacangan, daun pisang, daun lamtoro, dll.

Umbi-umbian

Dapat diberikan sebagai pakan tambahan atau selingan. Jenisnya antara lain ubi jalar, ganyong, uwi, talas, dan singkong.

Konsentrat

Berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi dari pakan. Selain itu, pemberian konsentrat juga mempermudah penyediaan pakan. Terdiri dari pelet ( pakan olahan pabrik ), bekatul, ampas tahu, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah.

Jika kandungan dari pelet sudah mencukupi kebutuhan, maka kelinci dapat juga tidak diberikan hijauan sama sekali.

Lebih banyak tentang makanan kelinci dapat dibaca dalam buku Pakan & Nutrisi Seimbang Untuk Kelinci

Selanjutnya baca: Cara Pemberian Pakan Kelinci


Membuat Pupuk Organik Dari Kotoran Kelinci

Beternak kelinci itu banyak manfaat atau keuntungannya. Selain mendapatkan uang dari menjual kelinci itu sendiri, anda juga dapat meghasilkan uang tambahan dari hasil sampingannya, yaitu limbah kotoran kelinci.

Limbah kelinci yang berupa kotoran dan urine (air kencing) sangat baik untuk digunakan sebagai pupuk organik, terutama bagi sayuran, tanaman buah, dan bunga. Secara sederhana anda dapat membuat sendiri pupuk organik dari kotoran kelinci tersebut.

cara membuat pupuk dari kotoran kelinci

Cara Membuat Pupuk Dari Kencing Kelinci

Pupuk Cair
  • Siapkan 25 liter urine, 25 ml EM-4, dan 25 ml molase.
  • Kemudian semua bahan-bahan tadi dicampur dan dimasukan kedalam wadah yang tertutup rapat selama satu minggu.
  • Setelah satu minggu pupuk organik cair sudah siap untuk digunakan.
  • Cara pakainya adalah 1 liter pupuk dicampur dengan 10 liter air sebelum disiram ke tanaman.



Cara Membuat Pupuk Dari Kotoran Kelinci

Pupuk Padat
  • Campurkan kotoran kelinci, bahan organik (daun-daunan atau rumput-rumputan kering), dan dedak/arang/tepung ikan (Bahan 1).
  • Perbandingan ketiga bahan tadi adalah 60% : 30% : 10%.
  • Siapkan larutan (Bahan 2) dengan mencampur 1 liter EM-4, 1 liter molase, dan 60 liter air tanah.
  • Selanjutnya bahan 1 tadi disiram dengan bahan 2 dan diaduk-aduk hingga rata (kadar air dari adonan cukup 30% -40% saja).
  • Tutup adonan tadi dengan plastik selama satu minggu.
  • Setelah satu minggu maka pupuk sudah siap digunakan.

Untuk diketahui, bahwa pupuk cair maupun padat hasil dari olahan kotoran kelinci termasuk salah satu jenis pupuk yang berkualitas. Harga untuk sebotol pupuk cair ukuran 1 liter adalah sekitar Rp.7000,- hingga Rp.10.000,-. Dan untuk pupuk padatnya sekitar Rp.7000,-/sak.

Lumayan bukan?

Bahkan menurut saya pribadi ini lebih dari lumayan, karena pendapatan dari hasil sampingan ini tidak terlalu jauh dari pendapatan utama yaitu si kelinci itu sendiri.

Bagaimana? Sudah mulai tertarik untuk beternak kelinci? Jika iya, dapatkan panduannya secara gratis DISINI >>


Mengenal Jenis Kelinci Dutch (Kelinci Paling Populer)

Dari sekian ras kelinci yang ada di Indonesia, mungkin jenis kelinci Dutch inilah yang paling populer. Kenapa? Karena saya sendiri sudah punya jenis kelinci ini dari saat saya masih tinggal di Bali, ketika itu umur saya sekitar 7 tahunan. Cuma saat itu saya sendiri tidak tahu jenisnya, saya hanya suka karena warna kelinci itu lucu menurut saya.

jenis kelinci dutch adalah yang paling populer di indonesia

Sejarah Kelinci Dutch

Mungkin dari namanya, orang akan mengira bahwa kelinci Dutch berasal dari Belanda. Namun kenyataannya, jenis kelinci ini pertama kali dikenal di Inggris, yaitu pada sekitar th. 1864.



Sebenarnya nenek moyang dari kelinci Dutch ini memang berasal dari Belanda. Sejak sebelum th. 1830, Belanda secara rutin mengekspor kelinci ke Inggris untuk kebutuhan konsumsi. Diantara berbagai jenis kelinci itu terdapat satu jenis kelinci bernama Petite Brabancon yang merupakan kelinci lokal dari daerah Brabant di Flanders. Sebagian dari jenis tersebut mempunyai pola warna yang sangat unik, walaupun tidak sempurna.

Itulah cikal bakal dari jenis kelinci Dutch yang kita kenal sekarang. Pada saat itu para breeder di Inggris memilih dan menyeleksi kelinci-kelinci yang mempunyai pola warna unik tadi. Selanjutnya mereka berusaha untuk memperbaiki pola warna unik tersebut sehingga menjadi seperti yang populer kita kenal saat ini.

Ciri-Ciri dan Standar Kelinci Dutch

Ciri khas dari kelinci ini adalah pada warna putih yang menyebar dari bawah kepala hingga 1/3 panjang tubuhnya dan melingkar sempurna. Mulai dari mulut hingga dahinya juga berwarna putih dengan bentuk huruf V terbalik, serta ujung kaki belakang juga berwarna putih.

Sisanya untuk bagian tubuh lain dapat berwarna hitam, biru, coklat, abu-abu, dan tortoise (oranye varasi abu halus), atau variasi dari warna-warna tadi. Dutch juga termasuk jenis kelinci kecil dengan berat antara 1,5 kg - 2,5 kg.


Kualitas Bukan Kuantitas

Kualitas Bukan Kuantitas - Beberapa hari terakhir ini saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat beberapa peternakan kelinci di sekitar tempat saya tinggal (Batu, Malang).

Apa yang saya dapatkan? Banyak sekali kelinci-kelinci yang sudah tidak jelas lagi jenisnya. Sungguh sayang hal ini terjadi, apalagi dunia perkelincian sedang menggeliat dan bersiap-siap untuk bangun di Indonesia.

Dengan banyaknya anggota di forum-forum dan milis kelinci, serta sudah adanya organisasi/asosiasi kelinci di Indonesia, seharusnya para peternak sudah mulai membidik untuk meningkatkan kualitas kelinci.



Dulu saya sering tertawa saat datang ke peternak / penjual kelinci yang dengan mantapnya menyebutkan jenis-jenis kelinci yang ada di tempat mereka. Dengan percaya diri mereka mengatakan bahwa kelinci-kelinci mereka asli dan bukan silangan.

Itu mungkin dapat dimaklumi, karena dimana-mana penjual pasti akan mengatakan bahwa barang merekalah yang terbaik. Namun biasanya raut muka mereka akan berubah ketika saya menerangkan ciri-ciri atau karakteristik dari jenis-jenis kelinci, apalagi kalau ada pembeli lain.

Mereka akan terlihat marah dan sepertinya menginginkan saya untuk cepat pergi. Namun saya tidak peduli, saya malah akan menjelaskan kepada para pembeli selain saya tersebut dengan lebih detail. Saya mengatakan kalau kelinci jenis ini harusnya seperti ini, beratnya sekian, bentuk badannya begini, dll.

kelinci kualitas kontes
Kualitas
VS
Kuantitas
kualitas pet/silangan "ancur"

Sebenarnya tujuan saya bukanlah untuk membuat orang tidak jadi membeli, tetapi agar pembeli memang mendapatkan harga yang pantas untuk kelinci yang dibelinya, karena posisi saya memang sama dengan mereka.

Dan apa yang saya dapatkan sekarang?

Hingga saat saya menulis posting ini, hal di atas masih saja terjadi. Kurangnya pengetahuan akan jenis-jenis kelinci dan besarnya permintaan pasar adalah penyebab utamanya. Para peternak berlomba-lomba meningkatkan produksinya tanpa memperdulikan kualitas lagi. Mereka juga akan seenaknya mengatakan kepada para pembeli bahwa kelinci ini jenisnya ini, atau kelinci itu jenisnya itu.

Sungguh ironis! Disaat sebagian orang berusaha memajukan dunia perkelincian, sebagian besar lainnya justru menghancurkan dengan menipu orang-orang awam. Jadi saya mengajak para peternak yang kebetulan singgah ke blog saya ini untuk mulai meningkatkan kualitas dari kelinci yang diternakkan selain tetap menjaga kuantitas produksi tentunya.

Yakinlah kelinci yang berkualitas mempunyai harga jual jauh lebih tinggi ketimbang kelinci "silangan hancur". Mari kita majukan bersama-sama dunia perkelincian di Indonesia.


Kelinci Raksasa (Flemish Giant)

kelinci raksasa flemish giant
Sekarang kita akan membahas tentang jenis kelinci raksasa yang banyak diidamkan oleh para penghobi – yaitu kelinci Flemish Giant.

Seperti embel-embel yang ada di belakang namanya – GIANT yang berarti RAKSASA – keistimewaan kelinci ini memang terletak pada bobotnya yang luar biasa.

Sejarah dari kelinci ini sendiri kurang diketahui secara pasti. Namun banyak yang percaya bahwa kelinci ini merupakan keturunan dari kelinci liar Argentina.

Hal tersebut berdasarkan dari catatan kuno, bahwa sebelum abad ke-16 dan 17 para pedagang dari Belanda membawa kelinci raksasa dari Argentina ke Eropa – yang kemudian mereka budidayakan.

Catatan resmi dari jenis kelinci Flemish Giant ini sendiri baru ada pada tahun 1860. Sebelum menyebar ke seluruh dunia seperti saat ini, awalnya Flemish Giant hanya dikembangkan di Inggris untuk memenuhi permintaan akan daging kelinci di negara tersebut.



Hal yang sama juga pernah dilakukan di Indonesia, dimana pada th.1981 pemerintah Belanda mendatangkan kelinci Flam (sebutan masyarakat awam untuk jenis kelinci ini) sebagai hadiah kepada Presiden Suharto untuk meningkatkan gizi masyarakat di pedesaan. Namun usaha tersebut gagal total.

Pada kenyataannya kelinci ini memang kurang baik untuk dijadikan pedaging – walau memiliki ukuran tubuh yang sangat besar.

Ciri-Ciri Kelinci Flemish Giant

  • Mempunyai badan yang panjang (lebih dari 20 inch atau 50,8 cm untuk yang telah dewasa), bertulang tebal, dan dada penuh berisi.
  • Kepala lebar, telinga panjang dan tebal serta berdiri (panjang telinga tidak kurang dari 6 inch atau 15 cm untuk yang dewasa), serta mempunya kaki yang besar, panjang dan kokoh.
  • Warna dari kelinci Flemish Giant yang diakui adalah hitam, biru, coklat kuning muda (fawn), abu-abu terang, seperti pasir (sandy), abu-abu besi (steel grey), dan putih. Jadi tidak ada kelinci Flemish Giant yang mempunyai warna broken (2 atau 3 warna dalam satu tubuh).
  • Berat minimal setelah dewasa adalah 6,3 kg, jadi semakin berat semakin bagus. Menurut catatan ada yang mencapai berat hingga diatas 12 kg.
Bagi anda yang berminat untuk membeli kelinci jenis ini untuk keperluan hobi, maka pastikan kelinci tersebut sudah sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan diatas (khususnya untuk masalah bobot).

Jangan terlalu percaya dengan perkataan peternak, karena saat ini banyak sekali kelinci Flemish Giant yang telah disilangkan (sehingga bobotnya dibawah standar). Kalau perlu bawalah timbangan sendiri untuk menimbang.



Peluang Usaha Dengan Beternak Kelinci

Mungkin dulu banyak orang yang tidak mengira jika binatang yang satu ini bisa menjadi sangat populer seperti belakangan ini. Lima belas tahun yang lalu – di tempat saya tinggal – binatang ini seperti tidak ada harganya sama sekali. Saya bahkan dapat memiliki sepasang anak kelinci secara gratis.

peluang usaha dengan beternak kelinci

Memang dulu banyak peternak yang hanya memelihara kelinci sebagai pendamping dari ternak utama mereka, seperti sapi atau kambing. Tapi cerita itu sudah tidak berlaku lagi saat ini. Kelinci telah berubah menjadi komoditas mahal.

Hal ini terjadi setelah kelinci-kelinci ras dari luar negeri banyak yang masuk ke Indonesia. Kelinci-kelinci ras ini mempunyai bulu, warna, bentuk tubuh, bentuk kepala, bobot, dan bentuk telinga yang beraneka ragam. Inilah yang membuat peluang bisnis kelinci semakin meningkat, khususnya dalam 5 tahun terakhir ini.



Di tempat saya tinggal, yaitu di Batu – Malang, banyak sekali terdapat peternakan kelinci, baik itu yang berskala kecil... menengah... hingga besar. Dan dari semua peternak yang ada disana, tak satupun dari mereka yang kesulitan untuk menjual kelinci-kelincinya. Sebanyak apapun kelinci yang ingin mereka jual, pasti akan ada pihak yang siap untuk membelinya. Bahkan para pembeli (tengkulak) malah terkesan berebutan.

Menarik bukan?

Sebenarnya hal tersebut wajar saja, karena hingga saat inipun seluruh peternak yang ada di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Terbayang kan potensi yang dimiliki binatang ini?

Apalagi jika kita mengelolanya secara profesional, kita dapat memperkirakan keuntungan yang akan kita peroleh. Berikut adalah hitungan sederhana apabila anda tertarik untuk beternak kelinci (berdasarkan kebiasaan di tempat saya di Batu – Malang).

Perhitungan Sederhana Untuk Beternak Kelinci

#Modal Awal

1. Pembelian bibit :
  • Pejantan 5 ekor x @Rp.250.000,- = Rp. 1.250.000,-
  • Betina 40ekor x @Rp.250.000,- = Rp.10.000.000,-
2. Biaya pembuatan kandang = Rp. 4.000.000,-
3. Biaya pakan :
  • Pap 20kg x @Rp.5.000,- x 12 bln = Rp. 1.200.000,-
  • Polar 60kg x @Rp.2.700,- x 12 bln = Rp. 1.944.000,-
  • Hijauan 15 karung x @5.000,- x 12 bln = Rp. 900.000,-
4. Keperluan kandang ( tempat makan dan minum ) = Rp. 675.000,-
5. Vitamin = Rp. 500.000,-
6. Lain2 = Rp. 500.000,-
--------------------- +
Rp. 20.969.000,-

Kelinci dapat diprogram melahirkan 4 – 8 kali dalam setahun, dan dalam sekali melahirkan bisa menghasilkan jumlah anak antara 4 – 12 ekor (rata-rata 8 ekor). Taruhlah anda mengambil angka tengah-tengah dimana seekor induk melahirkan 6 kali/tahun dengan jumlah anak 6 ekor/kelahiran. Maka hitungannya sebagai berikut :

#Penghasilan dan Keuntungan

40 induk x 6 kali melahirkan x 6 ekor anak = 1.440 ekor. Jika anda menjual anak-anak kelinci tersebut pada saat umur 1,5 bln dengan harga Rp. 25.000,- (harga terendah) dalam setahun anda akan memperoleh penghasilan sebesar :

1.440 ekor x Rp. 25.000,- = Rp. 36.000.000,-


Maka keuntungan anda dalam tahun pertama adalah :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 20.969.000,- ( modal awal )
-------------------------------------- -
Rp. 15.031.000,- ( keuntungan )

Untuk tahun berikutnya anda tinggal menghilangkan biaya pembelian bibit dan pembuatan kandang dalam menghitung keuntungan, yaitu :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 5.719.000,- ( modal )
-------------------------------------- -
Rp. 30.281.000,- ( keuntungan )


*Catatan :
  • Hasil hitungan diatas adalah jika anda menjual anakan kelinci umur 1,5 bulan dengan harga Rp. 25.000,- ( harga terendah ).
  • Saya sendiri secara pribadi di peternakan saya menjual anakan kelinci umur 2 bulan antara Rp. 35.000,- hingga Rp. 150.000,- ( tergantung jenis dan kualitas kelincinya ).
Penting untuk dipahami bahwa simulasi yang ada diatas adalah hanya perhitungan sederhana. Bagi anda yang tertarik untuk beternak kelinci, anda dapat menyesuaikan angka-angka tersebut dengan kondisi sebenarnya sesuai dengan yang ada di daerah anda.


Bahaya Musim Hujan Untuk Kelinci

Musim hujan datang lagi, musim yang ditakuti oleh banyak peternak kelinci. Kenapa saya mengatakan itu? Karena di musim inilah biasanya banyak kelinci yang akan terkena penyakit dan mati, baik itu untuk kelinci yang sudah besar – dan khususnya pada kelinci yang masih berumur 2 bulan kebawah.

waspadai musim hujan bagi kelinci

Sebenarnya penyebabnya diketahui cukup beragam, namun kebanyakan disebabkan oleh kembung dan mencret. Hujan yang lebat serta angin yang kencang sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan kelinci. Secara umum penyakitnya disebut dengan Enteritis Kompleks.



Gejala dan Pengobatan Penyakit Kembung Pada Kelinci

Gejala dari penyakit ini antara lain...
  • Kelinci terlihat malas
  • Kalau berdiri selalu membungkuk
  • Perut terlihat kembung
  • Nafsu makan menurun
  • Mata terlihat sayu
  • Kotorannya encer (berbau tidak sedap), serta lendir menggantung di dubur
  • Dan sering kita dengar kelinci mengkerotkan giginya – karena menahan sakit
Hal ini tentunya berbahaya jika dibiarkan, karena akan menyebabkan kematian pada kelinci.

Cara penanggulangannya adalah dengan memberikan antibiotik yang dicampurkan di air minum atau makanannya, memperbanyak serat kasar, dan dapat pula ditambah dengan suntikan vitamin B12 atau Bkompleks (0,5ml/kg berat badan kelinci). Namun yang lebih penting dari itu semua adalah menjaga kebersihan kandang.

Udara yang basah dan lembab akibat musim hujan adalah faktor yang mempercepat kuman-kuman untuk berkembang biak.

Jadi pastikan kandang anda selalu terjaga kebersihannya, karena ini merupakan salah satu kunci agar kelinci anda terbebas dari segala penyakit yang biasanya akan menyerang saat musim hujan.

Semoga informasi mengenai penyakit kelinci diatas cukup bermanfaat bagi anda!


Apa Itu Tabos Rabbit?

kelinci jenis rexRex ( Regal )

kelinci jenis french lopFrench Lop ( Lupy )

kelinci jenis lionheadLionhead ( Chivas )

kelinci jenis himalayanHimalayan ( Snow Boy )

kelinci jenis dutchDutch ( Greymoon )

Tentang Tabos Rabbit

TABOS RABBIT adalah sebuah perternakan kelinci hias yang saya jalankan. Namun tingkatnya masih kecil karena memang semuanya bermula dari hobi saja. Tapi justru inilah keunggulan dari Tabos Rabbit.

Kenapa?

Karena bermula dari hobi, jadi saya bisa pastikan bahwa semua jenis/ras kelinci di peternakan saya masih tergolong cukup murni dan sesuai standar. Di peternakan kecil ini saya mengembangkan jenis kelinci Rex, kelinci Dutch, kelinci Himalayan, French Lop, French Anggora, kelinci Anggora, Polish, dan kelinci Lionhead.

Lokasi peternakan saya ini berada di daerah Batu, Malang. Jadi kalau ada yang sedang berlibur ke Batu saya persilahkan untuk mampir walaupun hanya sekadar melihat-lihat. Di atas tadi adalah beberapa contoh kelinci yang ada di Tabos Rabbit.

NB:
  • Saat ini Tabos Rabbit sudah tidak melayani pemesanan kelinci lagi – dikarenakan kesibukan saya di dunia Online. Namun sebagai penghobi, saya tetap memiliki beberapa ekor kelinci yang merupakan koleksi kesayangan saya.

Hati-Hati Membeli Kelinci

KELINCI. Setiap orang pasti tahu dengan binatang yang satu ini. Lucu, jinak, dan sangat menggemaskan, terlebih ketika masih kecil. Dan dengan maraknya pemberitaan, baik itu di media cetak maupun televisi belakangan ini membuat reputasi kelinci menjadi semakin populer di masyarakat.

hati-hati membeli kelinci hias

Hal tersebut membuat semakin banyak pula orang yang berminat untuk membeli kelinci sebagai hewan kesayangan layaknya anjing dan kucing.



Namun sayangnya, sedikitnya pengetahuan tentang jenis-jenis kelinci sering dimanfaatkan oleh petshop-petshop atau para penjual kelinci "nakal" untuk berbuat curang. Tak jarang ada orang yang harus mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan hingga jutaan rupiah untuk seekor kelinci yang seharusnya tidaklah terlalu mahal.

Teliti Sebelum Membeli Kelinci

Hal itu bisa terjadi karena sang penjual mengatakan bahwa kelinci tersebut adalah jenis tertentu dan sangat langka. Padahal setelah diteliti kembali ternyata kelinci tersebut bukan termasuk jenis yang disebutkan oleh sang penjual.

Sungguh ironis bukan?

Jadi kita memang harus hati-hati ketika membeli kelinci, karena di Indonesia memang belum ada Asosiasi Nasional yang mengeluarkan sertifikat keaslian ras kelinci seperti di luar negeri (sekarang sudah ada IRA dan beberapa assosiasi lain).

Blog ini sengaja saya buat sebagai wadah bagi para penggemar kelinci atau calon penggemar kelinci untuk mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan kelinci. Jadi... mari kita telusuri lebih dalam tentang mahkluk lucu satu ini.


Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »