Cara Pemberian Pakan Kelinci

Cara Pemberian Pakan Kelinci - Dalam posting sebelumnya yang berjudul "Macam-Macam Pakan Kelinci", saya sudah menjelaskan jenis-jenis makanan yang dapat anda berikan untuk kelinci kesayangan anda. Disitu saya juga sudah menjelaskan sedikit mengenai keunggulan dan kelemahan dari masing-masing makanan tersebut. Sekarang saya akan menjelaskan bagaimana cara memberikan makanan untuk kelinci-kelinci kesayangan anda tersebut (ini berdasarakan cara yang saya gunakan di Tabos Rabbit).

pemberian pakan kelinci

Perlu diketahui bahwa di alam liar kelinci makan dan tidur sepanjang waktu, jadi tidak ada waktu-waktu tertentu untuk dia mencari makan (sebenarnya kebanyakan lebih aktif mencari makan pada malam hari).

Bagi kelinci peliharaan, tentu saja hal ini tidak mungkin. Semuanya tergantung kepada kita sebagai pemelihara, baik tidaknya cara pemberian pakan yang kita terapkan akan sangat mempengaruhi kesehatan dari kelinci kesayangan kita. Berdasarkan pengalaman saya dan dari beberapa sumber, pemberian pakan secara terjadwal adalah lebih baik ketimbang pemberian pakan yang sekaligus banyak dalam satu waktu. Dan sistem yang saya gunakan di Tabos Rabbit adalah sebagai berikut :

Pola Pemberian Pakan Kelinci

  • Pagi sekitar jam 9, adalah pemberian pakan pertama berupa pelet dan air minum. (lihat nipple minum kelinci)
  • Sore sekitar jam setengah 5, adalah pemberian pakan kedua yang masih berupa pelet dan menambahkan air pada botol-botol minuman yang sudah kosong. Biasanya pada saat ini saya / penjaga kandang akan sekaligus memeriksa kondisi dari masing-masing kelinci, kalau-kalau ada yang menunjukkan gejala sakit.
  • Malam sekitar jam 8, adalah pemberian pakan ketiga berupa hijauan yang volumenya agak banyak. Hal ini saya sengaja, karena kelinci biasanya lebih aktif untuk makan di malam hari ketimbang siang hari.
Pola cara pemberian pakan seperti yang saya lakukan di atas tidaklah baku. Anda dapat merubah jam-jam pemberian pakan dan jenis pakannya. Namun satu yang harus sama adalah, berikanlah makan kepada kelinci-kelinci kesayangan anda secara teratur. Ini sangat penting jika anda menginginkan kelinci-kelinci kesayangan anda dapat tumbuh secara maksimal dan terjaga kesehatannya.

Macam-Macam Pakan Kelinci

Macam-Macam Pakan Kelinci - Sebagai hewan herbivora alias pemakan tumbuh-tumbuhan, pakan utama dari kelinci adalah hijauan. Dan seperti mahkluk hidup lainnya, secara umum kelinci juga membutuhkan protein, karbohidrat, abu, vitamin ( A,B,D,E ), hidrat arang, serat kasar, dan lemak.

Untuk kelinci liar, pemenuhan akan kebutuhan pakan ini tentu tidak begitu masalah. Mereka dapat mencari dan mengatur sendiri keseimbangan pakannya dengan memilih berbagai macam pakan yang ada di alam. Namun untuk kelinci peliharaan atau ternakan, tentu kebutuhan pakan ini menjadi tanggung jawab sang peternak kelinci. Jenis dan jumlah pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakan dari kelinci-kelinci peliharaan tersebut. Dan macam-macam makanan kelinci yang biasa diberikan oleh peternak adalah sebagai berikut :

macam-macam pakan kelinci
 Timothy Hay

Aneka Makanan Kelinci

  • Hijauan. Untuk peternak-peternak kelinci tradisional yang hanya memelihara kelinci sebagai usaha sambilan, biasanya mereka hanya memberikan hijauan kepada ternaknya. Dan macam-macam hijauan itu antara lain berupa rumput lapangan, daun pisang, daun lamtoro, daun ubi jalar, daun kembang sepatu, daun kacang panjang, daun pepaya, daun jagung, daun talas, dll. Serta dapat juga diberikan limbah sayuran seperti kangkung, wortel, daun brokoli, sawi, caisim, dll. Kelinci yang hanya diberikan hijauan saja biasanya pertumbuhannya akan lambat dan tidak dapat mencapai berat maksimal.
Perlu diperhatikan sebelum diberikan kepada kelinci hijauan harus dilayukan terlebih dahulu. Hal ini ditujukan untuk mengurangi kadar air, mempertinggi serat kasar, serta menghilangkan getah dan racun yang bisa membuat kelinci kembung dan mencret.
  • Biji-bijian. Sangat baik diberikan terutama pada kelinci bunting dan menyusui karena mengandung protein yang tinggi. Jenisnya antara lain adalah jagung, padi, kacang hijau, kacang tanah, dan gandum. Namun karena harganya mahal makanya biasanya peternak menggunakan alternatif pengganti yaitu bekatul, ampas tahu, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah. Sebelum diberikan kepada kelinci, biji-bijian tersebut harus dihaluskan terlebih dahulu.
Pemberian biji-bijian pada anak kelinci dapat mempercepat pertumbuhannya sehingga dapat mencapai bobot maksimal setelah dewasa.
  • Hay. Adalah pakan cadangan untuk menghadapi kemarau panjang yang membuat hijauan menjadi sulit diperoleh, serta sebagai alternatif pakan bagi kelinci yang terserang mencret. Merupakan rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Dikeringkan secara bertahap agar kandungan gizinya tetap terjaga. Beberapa jenis pakan yang bisa dijadikan hay antara lain adalah rumput cakar ayam, rumput ginting, rumput kalamenta, rumput jampang, rumput gajah, pucuk tebu, daun kacang-kacangan, daun pisang, daun lamtoro, dll.
  • Umbi-umbian. Dapat diberikan sebagai pakan tambahan atau selingan. Jenisnya antara lain ubi jalar, ganyong, uwi, talas, dan singkong.
  • Konsentrat. Berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi dari pakan. Selain itu, pemberian konsentrat juga mempermudah penyediaan pakan. Terdiri dari pelet ( pakan olahan pabrik ), bekatul, ampas tahu, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah. Jika kandungan dari pelet sudah mencukupi kebutuhan, maka kelinci dapat juga tidak diberikan hijauan sama sekali.

Mengenal Jenis Kelinci Satin

Kelinci Hias Jenis Satin
Mengenal Jenis Kelinci Satin - Mungkin kelinci jenis Satin ini merupakan hasil mutasi gen terbesar yang pernah dihasilkan dari perkawinan sedarah. Ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang peternak dari Indiana (Amerika) bernama Walter Huey pada th.1930.

Awalnya dia hanya ingin mempertajam warna coklat dari jenis kelinci Havana dengan mengawinkan sepasang kelinci yang sedarah. Namun dari hasil perkawinan tersebut dihasilkan beberapa anak kelinci yang mempunyai bulu sangat mengkilat. Sejak itu dia mulai memilih dan memisahkan anak-anak kelinci yang mempunyai bulu mengkilat. Dia juga mengirimkan beberapa ekor ke Harvard University untuk diteliti lebih lanjut.

Pada masa-masa awal kemunculannya, jenis kelinci ini masih ditampilkan dalam kelas reguler kelinci Havana, dimana kemunculannya menjadi pembicaraan hangat di kalangan peternak dan penghobi saat itu. Akhirnya pada tahun 1938, kelinci ini dipisahkan dengan kategori Havana Satin namun untuk standarisasi bentuk dan berat badan masih mengikuti jenis Havana. Hal ini terus berlanjut hingga pada tahun 1949 akhirnya diusulkan untuk menjadikan kelinci Satin sebagai jenis kelinci baru dimana disetujui mempunyai bobot antara 3,8kg - 5kg. Inilah standar yang berlaku hingga sekarang dimana Kelinci Satin akhirnya sudah diakui sebagai jenis kelinci baru.

Info Terbaru

Info Terbaru

Dua hari yang lalu Tabos Rabbit mendapat lamaran dari beberapa peternak kelinci di Batu untuk bergabung. Jadi mungkin untuk beberapa hari ke depan Tabos Rabbit akan sibuk meninjau lokasi2 peternakan tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kemurnian ras dari jenis2 kelinci yang ada. Diharapkan mulai Januari 2009 Tabos Rabbit siap untuk menerima orderan dalam jumlah besar. Buat para peternak2 lain yang berada di sekitar Batu dipersilahkan untuk bergabung. Mari kita bersama-sama memajukan Dunia Perkelincian di Indonesia.

Membuat Pupuk Organik Dari Kotoran Kelinci

Membuat Pupuk Organik Dari Kotoran Kelinci - Beternak kelinci itu banyak manfaat atau keuntungannya. Selain mendapatkan uang dari menjual kelinci itu sendiri, anda juga dapat meghasilkan uang tambahan dari hasil sampingannya, yaitu limbah kotoran kelinci. Limbah kelinci yang berupa kotoran dan urine (air kencing) sangat baik untuk digunakan sebagai pupuk organik, terutama bagi sayuran, tanaman buah, dan bunga. Secara sederhana anda dapat membuat sendiri pupuk organik dari kotoran kelinci tersebut.

cara membuat pupuk dari kotoran kelinci

Cara Membuat Pupuk Dari Kencing Kelinci

  • Pupuk Cair
Caranya : * Siapkan 25 liter urine, 25 ml EM-4, dan 25 ml molase. Kemudian semua bahan-bahan tadi dicampur dan dimasukan kedalam wadah yang tertutup rapat selama satu minggu. Setelah satu minggu pupuk organik cair sudah siap untuk digunakan. Cara pakainya adalah 1 liter pupuk dicampur dengan 10 liter air sebelum disiram ke tanaman.

Cara Membuat Pupuk Dari Kotoran Kelinci

  • Pupuk Padat
Caranya : * Campurkan kotoran kelinci, bahan organik (daun-daunan atau rumput-rumputan kering), dan dedak/arang/tepung ikan (Bahan 1). Perbandingan ketiga bahan tadi adalah 60% : 30% : 10%. Siapkan larutan (Bahan 2) dengan mencampur 1 liter EM-4, 1 liter molase, dan 60 liter air tanah. Selanjutnya bahan 1 tadi disiram dengan bahan 2 dan diaduk-aduk hingga rata (kadar air dari adonan cukup 30% -40% saja). Tutup adonan tadi dengan plastik selama satu minggu. Setelah satu minggu maka pupuk sudah siap digunakan.

Untuk diketahui, bahwa pupuk cair maupun padat hasil dari olahan kotoran kelinci termasuk salah satu jenis pupuk yang berkualitas. Harga untuk sebotol pupuk cair ukuran 1 liter adalah sekitar Rp.7000,- hingga Rp.10.000,-. Dan untuk pupuk padatnya sekitar Rp.7000,-/sak.

Lumayan bukan? Bahkan menurut saya pribadi ini lebih dari lumayan, karena pendapatan dari hasil sampingan ini tidak terlalu jauh dari pendapatan utama yaitu si kelinci itu sendiri. Bagaimana? Sudah mulai tertarik untuk mulai beternak kelinci?

Dutch ( Kelinci Paling Populer )

Dutch ( Kelinci Paling Populer )

kelinci dutch paling populer
Dutch (Kelinci Paling Populer) - Dari sekian jenis kelinci ras yang ada, mungkin kelinci jenis Dutch inilah yang paling populer di Indonesia. Kenapa? Karena saya sendiri sudah punya jenis kelinci ini dari saat saya masih tinggal di Bali, ketika itu umur saya sekitar 7 tahunan. Cuma saat itu saya sendiri tidak tahu jenisnya, saya hanya suka karena warna kelinci itu lucu menurut saya.

Sejarah Kelinci Dutch

Mungkin dari namanya, orang akan mengira bahwa kelinci Dutch berasal dari Belanda. Namun kenyataannya, jenis kelinci ini pertama kali dikenal di Inggris, yaitu pada th. 1864. Sebenarnya, nenek moyang dari kelinci Dutch memang berasal dari Belanda. Sejak sebelum th. 1830, Belanda secara rutin mengekspor kelinci ke Inggris untuk kebutuhan konsumsi. Diantara berbagai jenis kelinci itu terdapat satu jenis kelinci bernama Petite Brabancon yang merupakan kelinci lokal dari daerah Brabant di Flanders. Sebagian dari jenis itu mempunyai pola warna yang sangat unik, walaupun tidak sempurna.

Inilah cikal bakal dari kelinci jenis Dutch yang kita kenal sekarang. Pada saat itu para breeder di Inggris memilih dan menyeleksi kelinci-kelinci yang mempunyai pola warna unik tadi. Selanjutnya mereka berusaha untuk memperbaiki pola warna unik tadi sehingga menjadi seperti kelinci dutch yang populer kita kenal saat ini.

Ciri-Ciri Standar Kelinci Dutch

Ciri khas dari kelinci ini adalah pada warna putih yang menyebar dari bawah kepala hingga 1/3 panjang tubuhnya dan melingkar sempurna, dari mulut hingga dahinya juga berwarna putih berbentuk V terbalik, serta ujung kaki belakang juga berwarna putih. Sisanya untuk bagian tubuh lain dapat berwarna hitam, biru, coklat, abu-abu, dan tortoise ( oranye varasi abu halus ), atau variasi dari warna-warna tadi. Dutch juga termasuk jenis kelinci kecil dengan berat antara 1,5 kg - 2,5 kg.

Kelinci Tan ( Aristrocat Of The Fancy )

Jenis kelinci tanKelinci Tan (Aristrocat Of The Fancy) - Tan adalah termasuk jenis kelinci kecil. Menurut catatan, kelinci ini berasal dari Inggris. Dikenal sejak abad ke 19, yaitu tepatnya th.1887 di Derbyshire.

Awalnya jenis kelinci Tan ini hanya berwarna hitam, namun setelah berkali-kali proses persilangan yang sangat rumit, akhirnya para breeder berhasil mendapatkan variasi warna lain yaitu coklat, biru, dan lilac (ungu kemerah-merahan). Kelinci Tan ini mudah dikenali dari pola warna di tubuhnya yang sangat unik dan merupakan ciri khasnya. Hal ini juga yang menyebabkan 'kelinci bangsawan' ini dijuluki sebagai "aristocrat of the fancy".

Pola Warna Kelinci Tan

Pola warna dari kelinci Tan adalah, warna emas gelap / coklat kemerah-merahan di sekitar mata, leher, telinga, dagu, dada hingga kebagian bawah perut, ekor bagian dalam, dan kaki bagian dalam. Selanjutnya untuk bagian tubuh sisanya dapat berwarna hitam, coklat, biru, atau lilac.

Tan termasuk jenis kelinci yang sangat jinak dan sangat produktif. Induk kelinci Tan biasanya selalu menghasilkan anak yang banyak di setiap kelahiran, dan sangat pandai merawat anak-anaknya. Berat standar dari jenis kelinci Tan adalah antara 2-3 kg.

Kualitas Bukan Kuantitas

Kualitas Bukan Kuantitas - Beberapa hari terakhir ini saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat beberapa peternakan kelinci di sekitar tempat saya tinggal (Batu, Malang). Apa yang saya dapatkan? Banyak sekali kelinci-kelinci yang sudah tidak jelas lagi jenisnya. Sungguh sayang hal ini terjadi, apalagi dunia perkelincian sedang menggeliat dan bersiap-siap untuk bangun di Indonesia.

Dengan banyaknya anggota di forum-forum dan milis kelinci, serta sudah adanya organisasi/asosiasi kelinci di Indonesia, seharusnya para peternak sudah mulai membidik untuk meningkatkan kualitas kelinci. Dulu saya sering tertawa saat datang ke peternak / penjual kelinci yang dengan mantapnya menyebutkan jenis-jenis kelinci yang ada di tempat mereka. Dengan percaya diri mereka mengatakan bahwa kelinci-kelinci mereka asli dan bukan silangan.

Ini mungkin dapat dimaklumi, karena dimana-mana penjual pasti akan mengatakan bahwa barang merekalah yang terbaik. Namun biasanya raut muka mereka akan berubah ketika saya menerangkan ciri-ciri atau karakteristik dari jenis-jenis kelinci, apalagi kalau ada pembeli lain. Mereka akan terlihat marah dan sepertinya menginginkan saya untuk cepat pergi. Namun saya tidak peduli, saya malah akan menjelaskan kepada para pembeli selain saya tersebut dengan lebih detail. Saya mengatakan kalau kelinci jenis ini harusnya seperti ini, beratnya sekian, bentuk badannya begini, dll.

kelinci kualitas kontes
Kualitas
VS
Kuantitas
kualitas pet/silangan "ancur"

Sebenarnya tujuan saya bukanlah untuk membuat orang tidak jadi membeli, tetapi agar pembeli memang mendapatkan harga yang pantas untuk kelinci yang dibelinya, karena posisi saya memang sama dengan mereka.

Dan apa yang saya dapatkan sekarang?

Hingga saat saya menulis posting ini, hal diatas masih saja terjadi. Kurangnya pengetahuan akan jenis-jenis kelinci dan besarnya permintaan pasar adalah penyebab utamanya. Para peternak berlomba-lomba meningkatkan produksinya tanpa memperdulikan kualitas lagi. Mereka juga akan seenaknya mengatakan kepada para pembeli bahwa kelinci ini jenisnya ini, atau kelinci itu jenisnya itu.

Sungguh ironis! Disaat sebagian orang berusaha memajukan dunia perkelincian, sebagian besar lainnya justru menghancurkan dengan menipu orang-orang awam. Jadi saya mengajak para peternak yang kebetulan singgah ke blog saya ini untuk mulai meningkatkan kualitas dari kelinci yang diternakkan selain tetap menjaga kuantitas produksi tentunya. Yakinlah kelinci yang berkualitas mempunyai harga jual jauh lebih tinggi ketimbang kelinci 'silangan hancur'. Mari kita majukan bersama-sama dunia perkelincian di Indonesia.

Kelinci Lionhead

kelinci lion double gen mane
Lionhead (dobel gen mane)

kelinci lion single gen maneLionhead (single gen mane)

kelinci jenis swiss fox
Jenis Swiss Fox

Kelinci Lionhead - Pernahkah anda ke pasar hewan dan melihat kelinci dengan bulu yang lebat hanya di sekitar muka dan tengkuknya saja? Ya, kelinci itu adalah jenis lyon / lionhead, atau setidaknya itulah yang dikatakan oleh para penjualnya. Memang di Indonesia gampang sekali kita menemukan kelinci jenis Lionhead (atau katanya jenis lion).

Para peternak di beberapa sentra pertenakan kelinci mengatakan bahwa jenis kelinci ini merupakan hasil persilangan dari kelinci Anggora dengan kelinci berbulu pendek (bisa jenis apa saja). Dan dalam sebuah buku tentang peternakan kelinci dikatakan kalau kelinci Lionhead ini merupakan kelinci Anggora yang "tidak jadi".

Mungkin kedua teori tadi adalah yang paling banyak diyakini oleh kalangan peternak kelinci di Indonesia. Namun sebenarnya sejarah kelinci Lion ini awalnya bermula di Belgia pada th.1900-an. Ada teori yang mengatakan bahwa kelinci ini adalah hasil persilangan dari jenis kelinci Swiss Fox dengan kelinci Belgian Dwarf, dan selanjutnya disilangkan lagi dengan jenis kelinci Jersey Wooly. Teori yang lain mengatakan bahwa kelinci jenis ini tidak ada hubungannya dengan persilangan, melainkan murni dari hasil mutasi gen dari kelinci jenis Dwarf Anggora / Jersey Wooly.

Ciri-Ciri Standar Kelinci Lionhead

  • Kepala tebal dengan muka sedikit pesek dan leher tidak boleh terlihat.
  • Telinga agak pendek ( tidak boleh melewati 3,5 inch) dan berdiri tegak.
  • Panjang kaki dan tulang medium sesuai dengan tubuh.
  • Bulu lebat dan halus yang tumbuh memanjang memutari telinga hingga ke bawah dagu.
  • Berat tubuh untuk yang dewasa tidak lebih dari 1,8 kg, idealnya 1,75 kg.
Jadi cobalah anda cocokan kelinci lion anda dengan ciri-ciri yang saya sebutkan diatas, apa sudah sesuai dan benar-benar jenis lionhead. Atau ternyata anda telah membeli kelinci yang 'katanya' lionhead oleh sang penjual.
Saat ini kelinci hias jenis Lionhead dari galur murni telah masuk dan berkembang di Indonesia. Bagi anda para penghobi yang memang ingin memilikinya, sebaiknya cari langsung ke peternak yang telah memiliki reputasi (Lionhead murni tidak dijual di pasar-pasar hewan atau pinggir-pinggir jalan).

Kelinci Himalayan

sejarah kelinci himalayanKelinci Himalayan - Mungkin dari namanya orang-orang akan mengira bahwa kelinci ini berasal dari Pegunungan Himalaya. Tapi sebenarnya tidak ada yang tahu pasti dari mana jenis kelinci ini berasal.

Memang masyarakat di Indonesia dan sebagian besar negara di dunia mengenal kelinci ini dengan nama Himalayan, namun di sebagian negara lainnya, kelinci unik ini disebut dengan The Russian, The Chinese, The Egyptian, The Black Nose, dll.

Hal ini dapat dikatakan cukup wajar, karena kelinci Himalayan memang salah satu jenis kelinci tertua dan penyebarannya yang lebih luas dari jenis kelinci lain di dunia. Namun uniknya, walaupun jenis kelinci ini menyebar hampir ke seluruh dunia, faktanya Himalayan adalah salah satu jenis kelinci terlangka. Dan jenis ini juga bukan dari hasil persilangan dan tidak bisa disilangkan untuk mendapatkannya. Inilah yang menyebabkan harga kelinci Himalayan lumayan tinggi di pasaran.

Ciri-Ciri Kelinci Himalayan

Kelinci ini sangat mudah dikenali dari ciri-cirinya yang cukup mencolok yaitu warna hitam di hidung, telinga, ekor, serta ujung-ujung kaki dengan tubuhnya berwarna putih salju serta matanya yang berwarna mad pink. Namun selain warna hitam ada juga variasi warna lain yaitu biru, coklat, dan ungu. Kelinci Himalayan merupakan jenis kelinci kecil dan sangat bersahabat, sehingga cocok untuk dihadiahkan kepada anak-anak. Berat dari jenis kelinci ini adalah antara 1,13kg - 2,27kg, namun bobot idealnya adalah 1,5kg.

Kelinci Raksasa ( Flemish Giant )

kelinci raksasa flemish giant
Kelinci Raksasa (Flemish Giant) - Seperti embel-embel yang ada di belakang namanya, yaitu giant (raksasa), keistimewaan kelinci ini memang terletak pada bobotnya yang luar biasa. Sejarah dari kelinci ini sendiri kurang diketahui secara pasti. Namun banyak yang percaya bahwa kelinci ini merupakan keturunan dari kelinci liar Argentina.

Hal ini berdasarkan dari catatan bahwa sebelum abad 16 dan 17 para pedagang dari Belanda membawa kelinci raksasa dari Argentina ke Eropa dan membudidayakannya. Catatan resmi dari jenis ini sendiri baru ada pada tahun 1860. Sebelum menyebar ke seluruh dunia seperti saat ini, awalnya kelinci flemish giant hanya dikembangkan di Inggris untuk memenuhi permintaan akan daging kelinci di negara tersebut. Hal yang sama pernah juga dilakukan di Indonesia, dimana pada th.1981 pemerintah Belanda mendatangkan kelinci Flam (sebutan masyarakat awam untuk jenis kelinci ini) sebagai hadiah kepada Presiden Suharto untuk meningkatkan gizi masyarakat di pedesaan. Namun usaha ini gagal total. Dan memang jenis kelinci raksasa yang satu ini kurang baik untuk dijadikan pedaging.

Ciri-Ciri Kelinci Flemish Giant

  • Mempunyai badan yang panjang (lebih dari 20 inch atau 50,8 cm untuk yang telah dewasa), bertulang tebal, dan dada penuh berisi.
  • Kepala lebar, telinga panjang dan tebal serta berdiri (panjang telinga tidak kurang dari 6 inch atau 15 cm untuk yang dewasa), serta mempunya kaki yang besar, panjang dan kokoh.
  • Warna dari kelinci Flemish Giant yang diakui adalah hitam, biru, coklat kuning muda (fawn), abu-abu terang, seperti pasir (sandy), abu-abu besi (steel grey), dan putih. Jadi tidak ada kelinci Flemish Giant yang mempunyai warna broken (2 atau 3 warna dalam satu tubuh).
  • Berat minimal setelah dewasa adalah 6,3 kg, jadi semakin berat semakin bagus. Menurut catatan ada yang mencapai berat hingga diatas 12 kg.
Bagi anda yang berminat untuk membeli kelinci jenis ini untuk keperluan hobi, maka pastikan kelinci tersebut sudah sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan diatas (khususnya untuk masalah bobot). Jangan terlalu percaya dengan perkataan peternak, karena saat ini banyak sekali kelinci Flemish Giant yang telah disilangkan (sehingga bobotnya dibawah standar). Klo perlu bawa timbangan sendiri untuk menimbang.

Lihat Juga : Kelinci Terbesar Di Dunia

Lop ( Kelinci Bertelinga Jatuh )

holland lop
Holland Lop
Lop (Kelinci Bertelinga Jatuh) - Sesuai dengan judul diatas, kelinci jenis lop mempunyai ciri-ciri telinga yang jatuh / menggantung ke bawah. Sepintas jika anda melihat fotonya, kelinci ini akan terlihat seperti kambing. Ciri-ciri yang lain dari jenis kelinci ini adalah memiliki badan yang kompak dan padat.

Sekarang ini kita mengenal ada berbagai jenis dari kelinci lop, ini terjadi karena berbagai persilangan yang dilakukan oleh para breeder. Disini saya hanya akan menjelaskan jenis dari ras-ras kelinci lop yang sudah terkenal dan diakui oleh berbagai asosiasi/organisasi kelinci di berbagai dunia saja.

Jenis-Jenis Kelinci Lop

  1. English Lop, mungkin kelinci ini bisa dikatakan sebagai nenek moyang dari semua jenis ras kelinci lop yang ada. Mengapa saya sebut demikian? Karena di dalam salah satu naskah kuno hierogliph Mesir ditemukan gambar dari kelinci lop ini. Jadi bisa dibayangkan sudah berapa lama kelinci lucu ini ada bukan? English lop sebenarnya merupakan kelinci lokal dari daratan Afrika, yaitu tepatnya dari Aljazair. Nama English Lop sendiri diberikan oleh orang-orang Inggris setelah mereka mengembangkan kelinci ini dan mengikutsertakannya dalam kontes. Ciri-ciri utama dari kelinci jenis ini adalah telinganya yang sangat panjang (rekor dunia yang tercatat adalah 31,125 inci) dan tipis. Berat rata-rata dari kelinci English Lop adalah antara 4kg - 4,5 kg atau lebih.
  2. French Lop, jenis ini pertama kali dikenal di Perancis sekitar tahun 1850-an. Dipercayai merupakan hasil persilangan dari kelinci English Lop dengan kelinci Giant Normande. Ciri-ciri utamanya adalah mempunyai bentuk badan yang kokoh, kepala bagian atas agak kotak dan menunduk, dan telinga yang tebal. Umur hidupnya antara 5 - 7 tahun. Berat rata-rata dari jenis kelinci ini adalah antara 4,5kg - 6 kg.
  3. Holland Lop, sejarah kelinci ini berawal di Belanda pada tahun 1951 dari seorang peternak bernama Adrian de Cock. Merupan hasil persilangan dari English Lop, French Lop, dan kelinci Nederland Dwarf. Pada tahun 1964 jenis kelinci ini mendapat pengakuan dari badan standarisasi di Belanda. Selanjutnya jenis kelinci ini disempurnakan lagi pada tahun 1970, yaitu untuk bobot badannya. Ciri-ciri utama kelinci Holland Lop adalah mempunyai kepala yang bulat, bermuka pesek, badan yang lebar, dada penuh, dan telinga pendek yang menggantung. Sekilas kelinci ini akan terlihat seperti anjing buldog dan sangat lucu sekali. Berat standarnya adalah 1,5 kg.
  4. Mini Lop, dikenal juga dengan nama German Lop. Sejarah dari kelinci ini masih menjadi perdebatan. Namun diantara beberapa teori yang disampaikan, yang lebih dapat dipercaya mungkin adalah kelinci ini merupakan persilangan dari French Lop, Holland Lop, dan Chinchillia. Dikembangkan di Jerman pada tahun 1972. Ciri-ciri utama kelinci Mini Lop ini adalah pada muka yang lebar dan montok, telinga lebar, serta badan yang kompak. Umur hidupnya bisa mencapai 12 tahun. Berat standarnya adalah 2,7 kg.
  5. American Fuzzy Lop, merupakan persilangan dari Holland Lop dengan French Anggora. Dikembangkan di Amerika dan pertama kali diperkenalkan dalam konvensi ARBA pada tahun 1985. Mendapat pengakuan dari ARBA sebagai ras baru pada tahun 1988. Ciri-ciri utama kelinci ini adalah muka yang pesek dan lebar, bulu woll yang lebat di tubuhnya, dan telinga pendek yang menggantung. Berat standarnya adalah 1,5 kg.
Sepanjang tahun 2011 banyak kelinci Holland Lop kualitas juara yang masuk ke Indonesia. Kelinci-kelinci tersebut didatangkan dari Amerika atas kerjasama ARBA dengan anggota IRA.

Peluang Usaha Dengan Beternak Kelinci

peluang usaha dengan beternak kelinci

Peluang Usaha Dengan Beternak Kelinci - Mungkin dulu banyak orang yang tidak mengira jika binatang yang satu ini bisa menjadi sangat populer seperti belakangan ini. Lima belas tahun yang lalu di tempat saya tinggal, binatang ini seperti tidak ada harganya sama sekali, saya bahkan dapat memiliki sepasang anak kelinci secara gratis.

Memang dulu banyak peternak hanya memelihara kelinci sebagai pendamping dari ternak utama mereka, yaitu sapi atau kambing. Tapi cerita itu sudah tidak berlaku lagi saat ini, kelinci telah berubah menjadi komoditas mahal. Hal ini terjadi setelah kelinci-kelinci ras dari luar negeri banyak yang masuk ke Indonesia. Kelinci-kelinci ras ini mempunyai bulu, warna, bentuk tubuh, bentuk kepala, bobot, dan bentuk telinga yang beraneka ragam. Inilah yang membuat peluang bisnis kelinci semakin meningkat, khususnya dalam 5 tahun terakhir ini.

Di tempat saya tinggal, yaitu di Batu-Malang, banyak sekali terdapat peternakan kelinci, baik itu yang berskala kecil, menengah, maupun besar. Dan dari semua peternak yang ada disana, tak satupun dari mereka yang kesulitan untuk menjual kelinci-kelincinya. Sebanyak apapun kelinci yang ingin mereka jual, pasti ada pihak yang siap untuk membelinya. Bahkan para pembeli (tengkulak) malah terkesan berebutan. Menarik bukan?

Sebenarnya hal ini wajar saja, karena hingga saat inipun seluruh peternak yang ada di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Terbayang bukan potensi yang dimiliki binatang ini? Apalagi jika kita mengelolanya secara profesional, kita dapat memperkirakan keuntungan yang akan kita peroleh. Berikut adalah hitungan sederhana apabila anda tertarik untuk beternak kelinci (berdasarkan kebiasaan di tempat saya di Batu-Malang).

Perhitungan Sederhana Untuk Beternak Kelinci

#Modal Awal
1. Pembelian bibit :
  • Pejantan 5 ekor x @Rp.250.000,- = Rp. 1.250.000,-
  • Betina 40ekor x @Rp.250.000,- = Rp.10.000.000,-
2. Biaya pembuatan kandang = Rp. 4.000.000,-
3. Biaya pakan :
  • Pap 20kg x @Rp.5.000,- x 12 bln = Rp. 1.200.000,-
  • Polar 60kg x @Rp.2.700,- x 12 bln = Rp. 1.944.000,-
  • Hijauan 15 karung x @5.000,- x 12 bln = Rp. 900.000,-
4. Keperluan kandang ( tempat makan dan minum ) = Rp. 675.000,-
5. Vitamin = Rp. 500.000,-
6. Lain2 = Rp. 500.000,-
--------------------- +
Rp. 20.969.000,-


Kelinci dapat diprogram melahirkan 4 - 8 kali dalam setahun, dan dalam sekali melahirkan menghasilkan jumlah anak antara 4 - 12 ekor ( rata2 8 ekor ). Taruhlah anda mengambil angka tengah-tengah dimana seekor induk melahirkan 6 kali/tahun dengan jumlah anak 6 ekor/kelahiran. Maka hitungannya sebagai berikut :

#Penghasilan dan Keuntungan

40 induk x 6 kali melahirkan x 6 ekor anak = 1.440 ekor. Jika anda menjual anak-anak kelinci tersebut pada saat umur 1,5 bln dengan harga Rp. 25.000,- (harga terendah) dalam setahun anda akan memperoleh penghasilan sebesar :

1.440 ekor x Rp. 25.000,- = Rp. 36.000.000,-

Maka keuntungan anda dalam tahun pertama adalah :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 20.969.000,- ( modal awal )
-------------------------------------- -
Rp. 15.031.000,- ( keuntungan )

Untuk tahun berikutnya anda tinggal menghilangkan biaya pembelian bibit dan pembuatan kandang dalam menghitung keuntungan, yaitu :

Rp. 36.000.000,- ( penghasilan )
Rp. 5.719.000,- ( modal )
-------------------------------------- -
Rp. 30.281.000,- ( keuntungan )


*Catatan :
  • Hasil hitungan diatas adalah jika anda menjual anakan kelinci umur 1,5 bulan dengan harga Rp. 25.000,- ( harga terendah ).
  • Saya sendiri secara pribadi di peternakan saya menjual anakan kelinci umur 2 bulan antara Rp. 35.000,- hingga Rp. 150.000,- ( tergantung jenis dan kualitas kelincinya ).
Penting untuk dipahami bahwa simulasi yang ada diatas adalah hanya perhitungan sederhana. Bagi anda yang tertarik untuk beternak kelinci, anda dapat menyesuaikan angka-angka tersebut dengan kondisi sebenarnya sesuai dengan yang ada di daerah anda.

Bahaya Musim Hujan Untuk Kelinci

Bahaya Musim Hujan Untuk Kelinci - Musim hujan datang lagi, musim yang ditakuti banyak peternak kelinci. Kenapa saya mengatakan ini? Karena di musim inilah biasanya banyak kelinci yang mengalami kematian, baik itu untuk kelinci yang sudah besar khususnya bagi kelinci yang masih berumur 2 bulan kebawah.

waspadai musim hujan bagi kelinci

Sebenarnya penyebabnya diketahui cukup beragam, namun kebanyakan disebabkan oleh kembung dan mencret. Hujan yang lebat serta angin yang kencang sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan kelinci. Secara umum penyakitnya disebut dengan Enteritis Kompleks.

Gejala dan Pengobatan Kembung Pada Kelinci

Gejala dari penyakit ini adalah kelinci terlihat malas, kalau berdiri selalu membungkuk, perut kembung, nafsu makan turun, mata terlihat sayu, kotorannya encer (berbau tidak sedap) serta lendir menggantung di dubur, dan sering kita lihat atau dengar kelinci mengkerotkan giginya karena menahan sakit. Hal ini tentu berbahaya jika dibiarkan, karena akan menyebabkan kematian pada kelinci.

Cara penanggulangannya adalah dengan memberikan antibiotik yang dicampurkan di air minum atau makanannya, memperbanyak serat kasar, dan dapat pula ditambah dengan suntikan vitamin B12 atau Bkomplek ( 0,5ml/kg berat badan kelinci ). Namun ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu menjaga kebersihan kandang.

Udara yang basah dan lembab akibat musim hujan adalah faktor yang mempercepat kuman-kuman untuk berkembang biak.

Jadi pastikan kandang anda selalu terjaga kebersihannya, karena ini merupakan salah satu kunci agar kelinci anda terbebas dari segala penyakit yang biasanya akan menyerang saat musim hujan. Semoga informasi mengenai penyakit kelinci diatas cukup bermanfaat bagi anda!

Raja Kelinci ( REX )

kelinci rex bulu karpet
Raja Kelinci (Rex) - Menurut sejarah, kelinci jenis ini pertama kali dikenal di sebuah desa di Perancis bernama Coulonge pada th. 1919. Selanjutnya kelinci jenis ini pertama kali mengikuti eksebisi utk diperkenalkan pada th. 1924 di Paris.

Nama rex sendiri sebenarnya berasal dari ucapan sang peternak yang mengatakan bahwa kelinci yang dibawanya adalah raja kelinci ( rabbit king ) yang mana dalam bahasa Latin "king" adalah REX. Dalam perkembangan berikutnya kelinci ini terus-menerus disempurnakan baik itu untuk kualitas fur maupun proporsi dan bentuk tubuhnya.

Sekarang kita mengenal ada banyak warna yang diakui untuk jenis kelinci ini namun secara umum yang dikenal adalah ermine ( putih polos ), hitam, biru, castor, otter, lilac dan oranye. Awalnya kelinci rex sebenarnya dikembangkan untuk diambil furnya karena memang kualitasnya yang sangat bagus, namun belakangan kelinci rex juga menjadi binatang fancy (kesayangan).

Setiap orang pasti akan senang berlama-lama membelai kelinci jenis ini karena bulunya yang pendek, padat, dan sangat halus sekali. Inilah sebenarnya keunggulan utama dari jenis kelinci rex disamping keunggulan yang lainnya. Kelinci jenis ini sangat cocok hidup di daerah yang bersuhu rendah, dimana semakin rendah suhunya maka semakin bagus dan indah pula mutu bulunya. Berat ideal dari kelinci jenis rex adalah 3,6-4 kg.

Lihat juga Standar Kesempurnaan Kelinci Rex

NB : Rahasia breeding kelinci rex untuk menghasilkan kelinci2 rex kualitas kontes telah dibuka, masuk kesini

Anggora (Kelinci Berbulu Panjang)

jenis kelinci anggora
Kelinci Anggora - Seperti yang telah saya singgung pada postingan sebelumnya, bahwa saya akan membahas jenis ras-ras kelinci satu persatu. Untuk yang pertama, saya akan mencoba untuk membahas kelompok kelinci yang memiliki bulu panjang, yaitu jenis kelinci anggora (english, french, german, satin, giant) dan jersey wooly.

Asal-Usul Kelinci Anggora

Kelinci jenis ini memang terlihat sangat menggemaskan. Penampilannya yang seperti boneka membuat banyak orang yang jatuh cinta dengannya. Sebenarnya asal mula kelinci anggora ini tidak ada yang tahu pasti. Setidaknya beberapa teori yang dikemukakan saling meng-klaim mengenai sejarahnya. Namun secara umum disepakati bahwa sejarah kelinci ini bermula pada abad ke 18 (sekitar tahun 1723). Kelinci anggora ditemukan oleh para pelaut Inggris yang singgah di pelabuhan Turki bernama Angora (sekarang bernama Ankara) yang kemudian kelinci ini dikembangbiakan di Perancis. Dan dari Perancis inilah kemudian kelinci anggora menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.

Dalam perkembangannya, kelinci Anggora terbagi lagi menjadi beberapa ras yaitu English, French, German, Satin, dan Giant. Secara umum ciri-ciri kelinci ini adalah bulu woll panjang yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Berbeda dengan domba, bulu woll yang ada pada kelinci jenis ini sangat lembut dan halus. Bulu ini juga akan terus tumbuh memanjang, sehingga akan cenderung menggumpal jika lebih dari 3 bulan tidak dicukur atau jarang disisir. Berikut adalah penjabaran yang lebih detail mengenai ras ini.

Macam-Macam Ras Kelinci Anggora

  1. English Anggora, ciri khasnya adalah woll yang memenuhi seluruh tubuh termasuk kepala dan kedua daun telinganya. Berat ideal dari ras ini adalah 2,7-3 kg.
  2. French Anggora, sama seperti english anggora hanya saja bagian kepala dan daun telinga berbulu pedek sehingga terlihat seperti kelinci yang sedang memakai jaket bulu. Berat ideal 3,6 kg.
  3. German Anggora, ciri fisiknya sama seperti english anggora hanya saja pertumbuhan bulunya melebihi jenis anggora yang lain dan ukuran tubuhnya termasuk kelompok Giant.
  4. Satin Anggora, ciri fisiknya sama seperti french anggora hanya saja warna bulunya terang dan mengkilat. Ini merupakan persilangan antara satin dan anggora yang kemudian dimurnikan lagi. Berat ideal dari ras ini adalah 3,6 kg.
  5. Giant Anggora, sesuai dengan namanya kelinci ini memiliki tubuh yang besar. Ciri fisiknya sama seperti english anggora. Berat idealnya adalah 4,5 kg atau lebih.
  6. Jersey Wooly, dikenal juga sebagai mini anggora. Kepalanya bulat, telinga pendek (tak lebih dari 5 cm) dan berdiri tegak. Woll hanya tumbuh dari batas leher ke seluruh tubuh. Berat ideal 1,3 kg.
Bagaimana? Apakah anda tertarik untuk mengkoleksi salah satu varian dari jenis kelinci yang menggemaskan ini?

Apa Itu Tabos Rabbit?

kelinci jenis rexRex ( Regal )

kelinci jenis french lopFrench Lop ( Lupy )

kelinci jenis lionheadLyonhead ( Chivas )

kelinci jenis himalayanHimalayan ( Snow Boy )

kelinci jenis dutchDutch ( Greymoon )

Tentang Tabos Rabbit

TABOS RABBIT adalah sebuah perternakan kelinci hias yang saya jalankan. Namun tingkatnya masih kecil karena memang semuanya bermula dari hobi saja. Tapi justru inilah keunggulan dari Tabos Rabbit. Kenapa? Karena bermula dari hobi jadi saya bisa pastikan bahwa semua jenis/ras kelinci di peternakan saya masih tergolong cukup murni dan sesuai standar. Di peternakan kecil ini saya mengembangkan jenis kelinci Rex, kelinci Dutch, kelinci Himalayan, French Lop, French Anggora, kelinci Anggora, Polish, dan kelinci Lionhead. Lokasi peternakan saya ini berada di daerah Batu, Malang. Jadi kalau ada yang sedang berlibur ke Batu saya persilahkan untuk mampir walaupun hanya sekadar melihat-lihat. Di atas tadi adalah beberapa contoh kelinci yang ada di Tabos Rabbit.

Saat ini Tabos Rabbit sudah tidak melayani pemesanan kelinci lagi dikarenakan kesibukan saya di dunia online. Namun sebagai penghobi, saya tetap memiliki beberapa ekor kelinci yang merupakan koleksi kesayangan saya.

Hati-Hati Membeli Kelinci

KELINCI. Setiap orang pasti tahu dengan binatang yang satu ini. Lucu, jinak, dan sangat menggemaskan, terlebih jika masih kecil. Dan dengan maraknya pemberitaan, baik itu di media cetak maupun televisi belakangan ini membuat reputasi kelinci menjadi semakin populer di masyarakat.

hati-hati membeli kelinci hias

Hal ini membuat semakin banyak pula orang yang berminat untuk membeli kelinci sebagai hewan kesayangan layaknya anjing dan kucing. Namun sayangnya, sedikitnya pengetahuan tentang jenis-jenis kelinci hias sering dimanfaatkan oleh petshop-petshop atau para penjual kelinci untuk berbuat curang. Tak jarang ada orang yang harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk seekor kelinci yang seharusnya tidak terlalu mahal.

Teliti Sebelum Membeli Kelinci

Hal ini bisa terjadi karena sang penjual mengatakan bahwa kelinci tersebut adalah jenis tertentu dan sangat langka. Padahal setelah diteliti kembali ternyata kelinci tersebut bukan termasuk jenis yang disebutkan oleh sang penjual. Sungguh ironis bukan? Jadi kita memang harus hati-hati dalam membeli kelinci karena di Indonesia memang belum ada Asosiasi Nasional yang mengeluarkan sertifikat keaslian ras kelinci seperti di luar negeri (sekarang sudah ada IRA dan beberapa assosiasi lain).


Blog ini sengaja saya buat sebagai wadah bagi para penggemar kelinci atau calon penggemar kelinci untuk mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan kelinci. Mari kita telusuri lebih dalam tentang mahkluk lucu ini.


Penyakit

More »

Pemeliharaan

More »